Breaking News:

PPKM Diperpanjang

Petugas Tegur Warga Indramayu yang Berani Gelar Hajatan di Masa PPKM, Tuan Hajat pun Bongkar Tenda

Larangan menggelar hajatan ini diketahui karena Kabupaten Indramayu masih menerapkan PPKM sampai dengan 9 Agustus 2021.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pemilik hajat saat membongkar tenda hajatannya usai didatangi petugas Satgas Covid-19 di Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu Rabu (4/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat banyak pemangku hajat di Kabupaten Indramayu nekat menggelar hajatan

Tidak sedikit dari mereka sembunyi-sembunyi demi terlaksananya acara.

Seperti yang terjadi di Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu pada Rabu (4/8/2021).

Walau sudah sembunyi-sembunyi, petugas tetap datang dan meminta agar hajatan tersebut dibubarkan.

Kepala Desa Pabean Udik, Samsul Ma'arip mengaku kecolongan dengan adanya hajatan tersebut.

"Iya kecolongan, tidak ada izin, itu hajatan khitanan anak tapi tidak ada hiburan hanya hajatan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Samsul Ma'arip menjelaskan, setelah didatangi petugas dan diberi edukasi, pemangku hajat sekaligus orang tua anak yang disunat itu langsung membongkar sendiri tenda hajatan tersebut.

Larangan menggelar hajatan ini diketahui karena Kabupaten Indramayu masih menerapkan PPKM sampai dengan 9 Agustus 2021.

Terlebih, level di daerah pantura Jabar tersebut sekarang naik, dari awalnya PPKM Level 3 naik menjadi PPKM Level 4.

Adapun tujuan larangan hajatan ini demi menghindari terjadinya kerumunan guna memutus mata rantai Covid-19.

"Sehubungan dengan adanya masyarakat kami yang menggelar hajatan, terpaksa kami melakukan pencegahan. Jangan sampai dicontoh warga lain," ucapnya.

Di sisi lain, Samsul Ma'arip mengakui, tidak sedikit masyarakat yang nekat menggelar hajatan di wilayahnya.

Pihaknya pun sudah menolak puluhan perizinan masyarakat yang ingin menggelar hajatan.

Sebagian lagi ada yang nekat menggelar hajatan dengan sembunyi-sembunyi untuk mengelabui petugas.

"Kalau dari kita segala bentuk hajatan tidak diperbolehkan, tapi tetap saja ada masyarakat yang memaksakan diri," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved