Breaking News:

Wagub Jabar Pernah Datangi Lokasi Bencana Naik Helikopter, Uu Jelaskan Soal Total Anggarannya

Uu Ruzhanul Ulum memberikan penjelasannya terkait kabar beredar yang menyatakan perencanaan anggaran total Rp 600 juta untuk biaya sewa helikopter

Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat mengunjungi masyarakat nelayan di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan penjelasannya terkait kabar beredar yang menyatakan terdapat perencanaan anggaran dengan total Rp 600 juta untuk biaya sewa helikopter untuk delapan kali operasional perjalanannya.

Selama ini diketahui pada tahun 2021, Uu pernah menggunakan helikopter sekali, yakni saat mengunjungi kawasan bencana di Kabupaten Bogor pada awal tahun 2021.

Perjalanan ditempuh dengan helikopter karena akses menuju kawasan bencana tersebut sulit ditempuh melalui jalur darat karena tertutup longsor dan di hari yang sama terdapat sejumlah agenda penanganan kebencanaan di tempat lainnya.

Baca juga: 3 Daerah di Ciayumajakuning Terapkan PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Perbedaan Aturan dengan Level 3

Uu mengatakan memang Pemerintah Provinsi Jawa Barat selalu ingin memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Pelayanan terbaik ini mengandung konsekuensi, termasuk di dalamnya masalah anggaran.

Khusus masalah helikopter yang dianggarkan untuk operasionalnya, kata Uu, hal yang diutamakan adalah efisiensi dan kedaruratan bencana.

Helikopter dibutuhkan untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat, juga karena memang wilayah Jawa Barat yang luas, terdiri atas 27 kota dan kabupaten serta 5.312 desa dengan berbagai dinamika infraatukturnya.

"Ini memerlukan kecepatan dan ketepatan di saat kita datang ke daerah, karena ada beberapa daerah yang tidak bisa konektivitas dengan baik, ataupun ada bencana yang harus cepat datang ke wilayah tersebut dan sebagainya," kata Uu melalui ponsel, Selasa (3/8).

Baca juga: DAFTAR Daerah PPKM Level 4 dan 3 Sampai 9 Agustus, Juga di Ciayumajakuning, Ini Perbedaan Aturannya

Anggaran untuk helikopter ini, katanya, masuk dalam kas cadangan karena hanya dipakai jika dalam keadaan darurat. Kalaupun tidak terpakai, bisa dialihkan untuk anggaran lainnya, seperti penanganan Covid-19.

Uu mengatakan memang aksesibilitas di Jabar menjadi tantangan dan dibutuhkan sejumlah akses transportasi, tidak hanya darat. Kalau dibandingkan dengan membeli helikopter yang harganya sampai Rp 75 miliar, katanya, akan sangat berat, belum biaya perawatan, gaji pilot, dan sewa garasi.

"Kalaupun ada masyarakat yang sedikit berkomentar, ini jadi masukan bagi kami," katanya.

Informasi mengenai penyewaan helikopter ini tertulis dalam website Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP).

Dari laman tersebut diketahui nilai pagu pengadaan langsung penyewaan helikopter untuk mobilitas Wakil Gubernur Jawa Barat senilai Rp 75 juta. Ada total 8 paket perencaannya yang dimulai pada Februari 2021 hingga September 2021, dengan demikian, total pagu anggaran Rp 600 juta.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved