Breaking News:

Agus Utom Salah Seorang Pelatih Anthony Sinisuka Ginting di Masa Anak-anak, Berharap Ini

Keberhasilan atlet bulutangkis tunggal putra, Anthony Ginting meraih medali perunggu dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020, tidak terlepas dari pelatih

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Cipta Permana
Salah seorang pelatih Anthony Sinisuka Ginting semasa kecil di PB SGS PLN Bandung, Agus Utom berharap anak didiknya tersebut mampu meraih lebih banyak prestasi di Olimpiade berikutnya di Paris, saat ditemui di Sekretariat PBSI Jabar di Kantor KONI Jabar, Selasa (3/8/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Keberhasilan atlet bulutangkis nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting meraih medali perunggu dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020, tidak terlepas dari jasa para pelatih yang menempanya sejak kecil di PB SGS (Sangkuriang Graha Sarana) PLN Bandung. 

Memulai karir dari klub yang melahirkan banyak pebulutangkis profesional yang berprestasi di kancah internasional, pemuda kelahiran Cimahi 20 Oktober 1996 tersebut, telah merasakan tangan dingin dari banyak pelatih sejak usianya masih anak-anak, salah satunya, Agus Utom yang berkesempatan melatih Anthony Sinisuka Ginting sejak usianya baru menginjak 10 tahun.

"Perlu saya sampaikan bahwa saya bukan satu-satu pelatih yang pernah melatih Anthony selama di SGS PLN Bandung camp Cijerah, kalau dulu namanya PB. Tunas. Saya bergabung dengan PB.Tunas tahun 2005, dan saat itu Anthony sudah ada, saat itu usianya masih sembilan atau 10 tahun, dan dia disana sudah berlatih sekitar dua sampai tiga tahun sebelum bertemu saya, Anthony saat itu masih belajar memegang raket  secara tepat dan mengikuti beberapa program latihan dasar," ujarnya saat ditemui di lapangan Padjadjaran, Kota Bandung, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Ungkapan Hati Ibunda, Usai Anthony Ginting Raih Medali di Olimpiade, Lucia: Ujicoba Saja Kalah

Pebulutangkis tunggal putra asal Cimahi, Anthony Sinisuka Ginting sukses melaju ke semifinal Olimpiade Tokyo  2020 setelah mengalahkan pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen, Sabtu (31/7/2021).
Pebulutangkis tunggal putra asal Cimahi, Anthony Sinisuka Ginting sukses melaju ke semifinal Olimpiade Tokyo  2020 setelah mengalahkan pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen, Sabtu (31/7/2021). (Twitter/badmintnon talk)

Selama melatih Anthony dan banyak calon atlet lainnya di PB. SGS PLN Bandung, Ia menjabat sebagai asisten pelatih reguler bersama tiga rekannya, yaitu Ade Rukmana, Asep Cikalong, dan Tuteng, di bawah  pelatih kepala yang juga penanggung jawab klub, Koh Cocong. 

Meski demikian, guna mengasah dan mematangkan kemampuannya, Anthony pun mengikuti program latihan tambahan khusus dari dua orang pelatih, yaitu Ade Rukmana, yang kini menjadi pemilik PB. ABC (Ade Badminton Club) Bandung dan Dian, yang kini mendirikan PB. Dian Mustika di Kota Cimahi.

"Di PB. SGS PLN Bandung, kami berempat bersama Koh Cocong melatih Anthony di kelas reguler dari kecil usia sekitar 6 atau tujuh tahun sampai usianya 13 tahun. Begitu masuk kelas pemula remaja, Anthony ditangani langsung oleh Bapak Ii Sumirat, dan sekarang di Pelatnas, oleh Hendri Saputra Ho. Jadi dia (Anthony) sangat banyak gurunya. Bahkan, dimana Anthony pergi dan berada, peralatan badminton tidak pernah lepas dari bagasi mobilnya, sehingga tiap ada kesempatan latihan sparing partner, ia selalu siap," ucapnya.

Pelatih yang telah mengabdi untuk PB. SGS PLN Bandung selama 16 tahun tersebut menjelaskan, bahwa sejak kecil Anthony merupakan salah seorang pemain yang memiliki bakat sebagai atlet badminton, meskipun kemampuan belum mampu
berprestasi di setiap ajang kompetisi. Bahkan, dalam pertandingan latihan dengan rekannya di klub, Anthony kecil masih kerap kalah. 

Akan tetapi, karena memiliki mental petarung dan mau untuk mengevaluasi setiap kesalahannya, akhirnya Anthony mampu menunjukkan kualitasnya dalam berbagai ajang turnamen yang diikutinya, seperti Sirkuit Nasional (Sirnas), meskipun tidak selalu juara satu, namun capaian prestasinya terus bertahap.

"Selain mental, kemauan bekerja keras, dan kemampuan, tapi juga ada faktor dukungan serta rezeki besar yang dimiliki Anthony, sehingga ia mampu berprestasi hingga saat ini, termasuk di Olimpiade Tokyo 2020 kemarin," ujarnya.

Agus menuturkan, kedekatan dirinya dengan Anthony Ginting, bukan hanya sebatas pelatih dan anak didiknya, akan tetapi menurutnya, Ia mengenal baik keluarganya, terutama Edison Ginting, ayah dari Anthony. Bahkan, Ananta dan Niken, yaitu kakak dan adik dari Anthony pun sempat mencoba berlatih di PB. SGS PLN Bandung. Meski pada akhirnya hanya Anthony yang tetap di jalur badminton.

"Ananta dan Niken, kakak dan adik dari Anthony dulu juga sempat berlatih bulutangkis di PB. SGS PLN Bandung, tapi Ananta lebih cenderung memilih cabang olahraga lain, yaitu Basket, sedangkan Niken di jalur lainnya, otomatis hanya Anthony yang masih konsisten di cabang olahraga badminton hingga hari ini," ujarnya.

Saat melihat prestasi Anthony yang mampu menyumbangkan medali perunggu pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 kemarin, sebagai seseorang yang sempat melatihnya saat kecil, Ia mengaku rasa haru dan bangga masih menyelimutinya hingga saat ini. Bahkan, saat melihat perjuangan Anthony yang bisa melaju sampai babak semifinal, setelah menang di babak delapan besar, rasa haru tidak kuasa dibendungnya, sehingga sepanjang perjalanan pulang, ia terus menangis di atas motor yang dikendarainya.

"Tentunya rasa bangga dan haru bukan hanya karena dia berhasil mendapatkan medali perunggu, tapi saat di berjuang di babak 8 besar dan masuk semifinal, terus terang saat itu saya sampai nangis di atas motor selama perjalan pulang, dan saya yakin dia bisa dapat emas saat itu bagi Indonesia. Sepanjang jalan saya engga bisa berhenti nangis karena bangga, dan teringat masa-masa melatih Anthony waktu kecil, kenangan itu spontan terus muncul dan bikin saya terharu," ucapnya.

Meskipun telah mendapatkan medali perunggu, namun Ia berharap Anthony lebih meningkatkan kualitas permainannya serta kesabaran, karena perjalanannya masih panjang dan sangat terbuka untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

"Saya yakin, di usia emasnya saat ini, Ia (Anthony) masih bisa berbicara lebih banyak dalam berbagai even kejuaraan beberapa tahun lagi, bahkan kemungkinan di Olimpiade berikutnya tiga tahun lagi di Paris, ia bisa dapat emas (medali)," katanya (Cipta Permana.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved