Breaking News:

PPKM Darurat, Warga Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan di Kuningan Tetap Gelar Ritual Seren Taun

masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan di lingkungan Paseban, Cigugur, Kuningan Jawa Barat tetap menggelora untuk melaksanakan Seren Taun

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Semangat dan niat masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan di lingkungan Paseban, Kelurahan / Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat tetap menggelora, Sabtu (31/7/2021) untuk melaksanakan upacara adat tahunan, Seren Taun 1945 Saka Sunda. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – PPKM Darurat masih diterapkan di Kabupaten Kuningan.

Semangat dan niat masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan di lingkungan Paseban, Kelurahan / Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat tetap menggelora untuk melaksanakan upacara adat tahunan, Seren Taun 1945 Saka Sunda.

Demikian hal itu dikatakan pengelola Paseban, yakni Dewi Kanti saat ditemui disela kegiatan persiapan pelaksanaan Seren Taun 1945 Sakasunda, Sabtu (31/7/2021).

Menurutnya, pucak pelaksanaan itu akan lebih ketat dalam mengikuti serta menyesuaikan dengan kondisi sekarang alias Pandemi Covid-19. 

Baca juga: Kenakan Pakaian Adat, Puluhan Orang Ikuti Upacara HUT ke-75 RI di Keraton Kasepuhan Cirebon

“Kita tetap akan melaksanakan dengan ketata ( pengaturan) dan mengikut prokes, apalagi Sebagai masyarakat adat merasakan bagian warga bangsa yang sama sama- prihatin dan terdampak akibat pandemi Covid-19. Namun apa yang kami lakukan ini adalah wujud syukur dan bermohon pada Yang Maha Kuasa dan Semesta sesuai dengan tradisi leluhur untuk penyelarasan pada semesata,” katanya.

Menurutnya, ragam manusia dengan atribut kemanusian terkadang lupa berkomunikasi dengan alam dan semeseta, padahal mereka itu menyatu dalam bagian dari diri.

“Seren tahun ini upacara syukur yang akan dilaksanakan dengan menyesuiakan kondisi.

Seperti menumbuk padi itu tidak secara masal, tapi menumbuk padi selama dua bulan itu dilakukan disetiap warga tersebar di beberapa wilayah di rumah masing – masing.

Kemudian padi itu dikumpulkan untuk di doakan dan akan dibuatkan tumpeng,” katanya.

Baca juga: INI Mitos-mitos di Rumah Rumah Adat Panjalin Majalengka, Kalau Dilakukan Bisa Bikin Hidup Tak Tenang

Bagaimana pun sebagai manusia, nilai religius apapaun harus kita syukur cara yang kuasa mendidik kita mendidikan manusia, kehidupan," katanya.

Kemudian mengenai upacara Dadung, kata Dewi Kanti, pada perayaan seren tahun sekarang tidak ada.

”Tahun sekarang tak melaksanakan seperti itu dan untuk penyala damar sewu pun itu dilakukan di masing – masing rumah warga. Sebab penyala damar sewu itu merupakan spirit dalam melestarikan tradisi,” ujarnya.

Mengenai pelaksanaan pucak Seren tahun 1945 Sakasunda, kata Dewi Kanti, belum bisa memutuskan bagaiamana acara besok berlangsung. Sebab pada tahun sebelumnya itu dilakukan secara virtual.

“Untuk besok kita jelas akan taat prokes, kemudian untuk acaranya itu belum diputuskan. Apakah akan dilakukan juga secara vritual atau bagaimana?” ujarnya. 

Teramati di lingkungan Paseban tadi, sejumlah warga terlihat apik alias tidak lepas menggunakan masker.

Tidak hanya itu, kemasan hasil bumi yang ditempatkan di suatu titik di lingkungan tersebut, terlihat indah dengan penataan warga adat setempat. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved