Breaking News:

PENGAKUAN Wanita Cantik Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Tri Yuliani: Sempat Takut & Ngeri

Saat tim petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 Kota Tasikmalaya, melepas APD yang menutupi badan serta wajah, ternyata ada seorang petugas cantik

Editor: dedy herdiana
dok.bpbd tasikmalaya
Tri Yuliani, Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Perempuan dari Kota Tasikmalaya 

Selama ini Tri tercatat sebagai anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya di bagian pemakaman pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

"Sudah tak terhitung saya ikut bertugas memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Saya bertugas sebagai penyemprot disinfektan," kata Tri sambil tersenyum, Jumat (30/7).

Tidur kelelahan – Pasukan Gorgom ,tim pemulasaran jenazah pasien Covid-19 Ciamis tertidur di Komplek Pemakaman Umum Desa Jalatrang Cipaku Minggu (4/7) sore pakai hazmat saat menunggu kedatangan jenazah pasien Covid dari Bandung.
ILUSTRASI: Tidur kelelahan – Pasukan Gorgom ,tim pemulasaran jenazah pasien Covid-19 Ciamis tertidur di Komplek Pemakaman Umum Desa Jalatrang Cipaku Minggu (4/7) sore pakai hazmat saat menunggu kedatangan jenazah pasien Covid dari Bandung. (Dok Tim Gorgom Satgas Covid-19 Ciamis/Ohim)

Baca juga: Anggota Tim Pemulasara di Tasik Kelelahan hingga Ada yang Sesak Dalam APD Akibat Kehabisan Oksigen

Baca juga: VIRAL, Video Petugas Pemakaman Tertidur Pakai APD Ternyata Berlokasi di Ciamis, Ini Faktanya

Selama ikut aktif sebagai anggota tim pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Tri mengaku tak merasa takut.

"Awalnya sih memang sempet ada rasa ngeri juga. Masa sih aku perempuan jadi petugas pemakaman. Apalagi ini pasien Covid-19," ujar Tri.

Namun karena ada dorongan kemanusiaan, Tri akhirnya mencoba ikut ambil bagian.

Setelah berdiskusi bersama anggota tim, Tri diberi tugas sebagai penyemprot disinfektan.

"Sambil berdoa saya mulai mengenakan perlengkapan APD satu per satu. Mulai dari hazmat (pakaian plastik), sepatu bot hingga face shield," ujar Tri menceritakan pertama kali jadi anggota tim pemakaman.

Ia menyebutkan, mengenakan APD lengkap ternyata panas karena memang tak ada celah ventilasi.

"Kalau ada celah kan sama aja bohong. Kan APD harus bisa steril dari paparan virus," kata Tri.

Baca juga: Emil Anggap Petugas Pemakaman Tak Kewalahan karena Angka Kematian Akibat Covid di Jabar Masih Rendah

Saat berangkat menuju lokasi pemakaman di TPU Aisha Rashida, Tri memilih ikut naik mobil ambulans pembawa jenazah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved