Breaking News:

Tomat sedang Jadi Barang 'Mewah', Harganya Lebih Mahal dari Jeruk, Tomat untuk Jus Lebih Mahal Lagi

Sementara tomat besar (tomat tewe) yang biasanya digunakan untuk minuman (jus maupun es buah) menurut Ida jauh lebih mahal.

VegFru via Tribun Jogja
Manfaat Tomat Cegah Kanker, Diabetes Menjaga Kesehatan Jantung hingga Mata, Penjelasan Medis 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Sudah dua minggu ini harga tomat naik membumbung yang bisa membuat ibu-ibu kelimpungan.

Harga eceran  tomat sayur yang biasanya hanya Rp 8.000-Rp 10.000/kg kini sudah menembus angka Rp 18.000/kg.

“Di pasar tomat sayur, harganya sudah Rp 18.000/kg. Seperempat kg-nya Rp 4.500. Padahal biasanya Cuma Rp 2.000/perempat kg,” ujar Ida (30), pengelola kantin di Jalan Galuh Ciamis kepada Tribunjabar.id Jumat (30/7).

Bahkan di warung eceran harga tomat biasanya Rp 500/buah kini menurut Ida, sudah naik jadi Rp 1.000/buah.

Sementara tomat besar (tomat tewe) yang biasanya digunakan untuk minuman (jus maupun es buah) menurut Ida jauh lebih mahal.

“Tomat besar malah lebih mahal, sudah Rp 20.000/kg, naik dua kali lipat dari biasanya. Harga tomat sekarang lagi “ngaraja”. Lebih mahal dari harga jeruk. Harga jeruk cuma Rp 15.000/kg,” katanya.

Naiknya harga tomat di tingkat pasar eceran tersebut menyusul naiknya harga tomat di tingkat petani.

Menurut Pipin Arif Apilin, petani cabai dan tomat yang juga Ketua Gapoktan “Karangsari” Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Ciamis, harga tomat di tingkat petani  naik drastis selama tiga minggu terakhir.

Harga tomat di tingkat petani di kawasan agropolitan sentra sayur mayur Sukamantri dalam tiga minggu terakhir menurut Pipin  naik dari Rp 2.000/kg jadi Rp 8.000/kg.

“Itu di tingkat petani. Kalau di pasar tentu lebih mahal. Biasanya harga di pasar dua kali lipat dari harga di tingkat petani,” ujar Pipin kepada Tribunjabar.id Kamis (29/7).

Tomat hasil panen di kawasan agropolitan sentra sayur mayur Sukamantri, Ciamis, Jumat (30/7/2021).
Tomat hasil panen di kawasan agropolitan sentra sayur mayur Sukamantri, Ciamis, Jumat (30/7/2021). (TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI)

Melonjaknya harga tomat di tingkat pasar eceran tersebut menurut Pipin karena terbatasnya pasokan ke pasar.

Baca juga: Harga Tomat Mahal, Tapi Petani di Lembang Justru Sedih, Ini Alasannya

“Pasokan ke pasar terbatas karena hasil panen di tingkat petani juga terbatas. Tidak banyak kebun tomat yang sekarang  lagi panen. Di Sukamantri saja kebun tomat yang lagi panen hanya sekitar 3 hektare,” katanya.

Terbatasnya pasokan dari petani tersebut membuat harga tomat di tinggkat petani pun naik sampai 4 kali lipat dalam 3 minggu terakhir. Dari semula hanya Rp 2.000/kg naik jadi Rp 8.000/kg. “Itu tomat sayur, sementara tomat besar (tomat TW) lebih mahal, Rp 10.000/kg di tingkat petani,” ujar Pipin. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved