Breaking News:

Pria Nekat Akhiri Hidup di Waktu Salat Jumat, Begini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Kuningan

korban depresi dan mengalami gangguan jiwa. Disamping itu, korban diketahui pergi meninggalkan rumah pada hari Senin

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jogja - Tribunnews.com
Ilustrasi Gantung Diri 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Jumlah kasus warga nekat gantung diri di Kuningan terus bertambah. Itu menyusul dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki- laki di sebuah Saung sawah Cipicung, Blok Getrak, Desa Margamukti Kecamatan Cimahi, Kuningan Jawa Barat

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atamaja dalam keterangannya menyampaikan bahwa kejadian itu persis pada hari  Jum’at 30 Juli 2021 sekitar pukul 12.30 Wib.

“Mengenai jasad korban itu bernama Castoni bin Suhaya, kelahiran tahun 1979. Kemudian korban berprofesi sebagai pedagang yang merupakan warga Dusun IV Rt. 003 Rw. 004 Desa Cikaduwetan Kecamatan Cimahi, Kuningan,” katanya.

Baca juga: Camat di NTT Tewas Gantung Diri di Rumah Ibunya, Titip Surat untuk Kapolres di Saku Baju, Ini Isinya

Baca juga: Anak Tewas Gantung Diri Saat Isolasi Mandiri, 3 Jam Setelah Sang Ayah Wafat karena Covid-19

Berdasarkan keterangan, Danu mengulas cerita Sartam (77) warga Dusun Puhun Rt. 001 Rw.007 desa setempat menyebut saat diketahui sekira pukul  12.30 Wib  bertempat di TKP (tempat kejadian perkara) tersebut, telah terjadi peristiwa seorang laki-laki meninggal dunia diduga bunuh diri dengan cara menggantung diri mengikat tali ke kayu Saung sawah Cipicung blok getrak Desa Margamukti.

“Asal mula informasi muncul tadi, Sartam sedang membuat saung di tenggah sawah melihat ada seseorang tergantung di saung lalu korban memberitahu kepada perangkat Desa Margamukti, yang kemudian menghubungi Polsek Luragung,” katanya.

Setelah itu, kata Danu, perangkat Desa Margamukti tidak mengenali korban lalu meminta bantuan warga mencari identitas korban.

“AKhirnya diketahui bahwa korban Castoni warga alamat Dusun IV Rt. 003 Rw. 004 Desa Cikaduwetan yang juga warga desa tetangga,” katanya.

Menurut keterangan saksi lain, kata Danu bahwa korban depresi dan mengalami gangguan jiwa. Disamping itu, korban diketahui pergi meninggalkan rumah pada hari Senin tanggal 26 Juli 2021 tidak berbicara mau kemana.

“Sesuai keterangan sejumlah saksi, korban diduga alami gangguan jiwa dan setelah diadakan pemeriksaan Jenazah oleh Tim Identifikasi dari Polres Kuningan dan Puskesmas Cimahi.

Di sekujur tubuh korban tidak ditemukan tanda - tanda lain yang mencurigakan  dan selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dikebumikan dan pihak keluarga menyadari serta menolak jenazah diautopsi,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved