Breaking News:

Ketua DPD PAN Majalengka Rona Firmansyah Sebut Harga Swab Antigen di Rumah Sakit Ini Mahal

Baru-baru ini, RSUD Majalengka sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 mengumumkan harga swab antigen seharga Rp 170 ribu.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
ILUSTRASI: Sejumlah warga binaan di Lapas Majalengka menjalani tes swab antigen, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Baru-baru ini, RSUD Majalengka sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 mengumumkan harga swab antigen seharga Rp 170 ribu.

Namun, dengan harga demikian, Ketua DPD PAN Majalengka, Rona Firmansyah menanggapinya.

Menurutnya, harga yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit tersebut dianggap mahal.

Apalagi, jika dibandingkan dengan fasilitas kesehatan swasta.

Baca juga: 94 Calon Pengantin di Indramayu Mundur karena harus Swab Antigen yang Mahal, Kemenag Berikan Solusi

"Saya mencontohkan beberapa hari yang lalu saya melakukan pemeriksaan di klinik Livasya yang berada di wilayah Kadipaten itu harganya hanya Rp 160.000. Sedangkan RSUD Majalengka berbeda dan saat ini telah merilis harga Rp 170.000 berikut administrasi Rp 2.500 ini lebih mahal," ujar Rona kepada Tribun, Jumat (30/7/2021).

Oleh karena itu, ditengah situasi Pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat, dirinya menyarankan agar rumah sakit yang notabene dibiayai oleh pemerintah, bisa mengeluarkan harga yang lebih murah dari fasilitas kesehatan swasta.

Karena hari ini, menurut Rona semua elemen masyarakat harus bicara tentang kemanusiaan, bukan mencari keuntungan yang besar. 

"Tentu RS swasta juga pasti punya keuntungan dari pemeriksaan swab, tapi keuntungan RSUD Majalengka, saya melihat lebih besar, Ini bukan bisnis di masa Pandemi tuk RSUD."

"Bahkan hari ini hasil swab antigen sudah mulai digunakan untuk keperluan tertentu seperti melamar kerja dan beraktivitas. Oleh sebab itu, di saat pendapatan perekonomian masyarakat yang saat ini sedang terganggu, pemerintah daerah harus hadir. Salah satunya memberikan keringanan dalam pemeriksaan swab antigen," ucapnya.

Sementara itu, dengan adanya perbedaan harga swab antigen yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan swasta dan fasilitas kesehatan pemerintah, ditanggapi Kepala Dinas Kesehatan, Harizal Ferdiansyah Harahap.

Baca juga: Kebelet Ingin Menikah, Pasangan Pengantin Ini Langsung Akad Setelah Hasil Tes Swab Antigen Negatif

Ia mengatakan, anggaran maksimal yang mesti dikeluarkan untuk pulau Jawa sekitar Rp 250.000.

Sedangkan untuk luar jawa Rp 275.000 dan jika ada perbedaan harga selama tidak melewati harga maksimal diperbolehkan dan itu bagian dari kompetitor. 

"Dalam pemeriksaan antigen ada suatu standar yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) baik merek dan alatnya yang memang diakui standar mutunya juga dari sisi harga jual maksimal yang harus diterapkan kepada masyarakat dan jika ada perbedaan dan selama tidak melewati angka maksimal diperbolehkan silahkan. Karena utuk mereka operasional nantinya berapa, pembelian BNHP-nya berapa, untuk jasa sarananya berapa dan untuk jasa pelayanannya itu mungkin diatur oleh mereka sendiri," jelas Harizal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved