Breaking News:

Dinobatkan Jadi Kota Layak Anak Faktanya LPAI Menilai Majalengka Masih Banyak Pekerjaan Rumah

LPAI ingatkan Pemkab Majalengka khususnya Bupati untuk menggerakkan bawahannya menjalankan amanah sebagai Kabupaten Layak anak tingkat pratama

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Ketua LPA Kabupaten Majalengka, Aris Prayuda 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemkab Majalengka kembali meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak tahun 2021 dengan kategori Pratama.

Keberhasilan itu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Majalengka.

Namun, hal itu justru ditanggapi serius oleh Ketua Lembaga Perlindungan Indonesia (LPAI) Kabupaten Majalengka, Aris Prayuda.

Dia justru mengingatkan Pemkab Majalengka khususnya Bupati untuk menggerakkan bawahannya menjalankan amanah sebagai Kabupaten Layak anak tingkat pratama tersebut.

Baca juga: Majalengka Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2021 dengan Peringkat Pratama

Ketua LPA Kabupaten Majalengka, Aris Prayuda
Ketua LPA Kabupaten Majalengka, Aris Prayuda (Eki Yulianto/Tribuncirebon.com)

Hal itu bisa melalui implementasi beberapa aturan yang sudah disahkan, seperti Perda Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan & Anak, Perda Disabilitas, Perbup Penanganan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak dan Perbup Penetapan Kawasan tanpa Rokok.

Aris menuturkan, bahwa pencapaian KLA idealnya tidak hanya sekadar pemenuhan secara administratif berdasarkan indikator indikator yang sudah ada.

Melainkan, wujud nyata perlindungan yang dirasakan langsung oleh perempuan dan anak di Kabupaten Majalengka.

"Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Pemkab Majalengka hasil Kongres Anak Majalengka yang sudah dilaksanakan oleh LPAI dan Forum Anak Remaja Majalengka," ujar Aris Prayuda, Jumat (30/7/2021).

Ketua LPAI Majalengka mencatat, ada beberapa hal yang belum dipenuhi oleh Pemkab Majalengka.

Baca juga: Respon Cepat Kasus Kekerasan Anak, Kapolresta Cirebon Beri Penghargaan ke Personel Satreskrim

Di antaranya, ialah belum adanya keterlibatan forum anak dalam kegiatan Musrenbang.

"Belum sepenuhnya keterlibatan Forum Anak dalam Musrenbang, tingginya angka perkawinan anak dimasa pandemi, masih banyaknya kekerasan anak yang tidak dilaporkan ke aparat hukum, pengasuhan dan pendidikan keluarga yang salah ditengah pandemi, serta banyaknya anak anak yang bekerja akibat pandemi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," ucapnya.

Aris juga berharap, pencapaian KLA tingkat pratama tidak hanya sekedar evaluasi penilaian administratif semata.

Namun, juga harus sejalan dengan kenyataan untuk mewujudkan Kabupaten Majalengka Layak Anak yang seutuhnya secara sistem.

"PR besar Bupati Majalengka untuk mampu menyelaraskan semua elemen masyarakat dan Instansi terkait guna mewujudkan Kabupaten Majalengka terbebas dari kejahatan yang menimpa perempuan dan anak," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved