Breaking News:

Bupati dan Wakil Bupati Cirebon Sumbangkan Gajinya untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, dan Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, menyumbangkan gajinya untuk membantu penanganan pandemi Covid-19

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bupati Cirebon sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Imron Rosyadi (kiri), saat menyiapkan makanan siap saji yang akan dibagikan kepada masyarakat di DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Jalan P Cakrabuana Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/7/2021). 

Mengenai jumlah kader PDIP di Jawa Barat yang tercatat sebanyak Anggota DPRD Kota/ Kabupaten ada sebanyak 207 orang, kemudian untuk Anggota DPRD Provinsi Jabar ada 20 orang dan Anggita DPR RI sebanyak 13 orang serta masing - masing kepala daerah ada 10 orang dan 6 orang kader PDIP lainnya menjabat sebagi Wakil Bupati/Wali kota.

"Jadi, jika mereka atau kader PDIP yang tercatat tadi tidak mengikuti perintah dalam urunan untuk kepedulian masyarakat, kami akan pecat diberhentikan dari jabatannya," katanya.

Kemudian mengenai besaran iuran dalam kegiatan PDI Perjuangan, kata Ono mengklaim bahwa itu bergantung pada nilai gaji dan tunjangan. "Kewajiban dalam melakukan kegiatan PDIP peduli masyarakat, itu iuran yang dikeluarkan sesuai gaji dan tunjangan kader yang menjabat di daerah. Nah, kalau untuk anggota DPR RI itu bisa lebih besar," katanya.

Sekadar informasi, memasuki masa PPKM Darurat level 1 di Kuningan, sontak mendapat perhatian melalui aksi sosial lingkungan dari organisasi sayap partai, yakni Badan Penanggulangan Bencana PDIP Kuningan.

"Sesuai amanat Ketua Umum DPP PDIP, Baguna melaksanakan kerja nyata dan sosial lingkungan, seperti pemberian sembako, paket makanan siap saji serta pembagian suplemen serta vitamin," kata Ketua Baguna PDIP Kuningan, H Dede Rusliadi di dampingi Sekretaris Banguna PDIP Kuningan, yakni Agus Mauludin saat ditemui disela kegiatan bakti sosial di lingkungan DPC PDIP Kuningan Jalan Siliwangi, Kamis (29/7/2021).

Mengawali bakti sosial di masa PPKM Darurat, Dede Rusliadi sekaligus Anggota Fraksi PDIP DPRD Kuningan ini menjelaskan, bentuk kepedulian ini semata dalam meringankan beban masyarakat di masa Pandemi Covid19. "Aksi sosial sebagai bentuk kepedulian PDIP kepada masyarakat, kemudian sasaran sebaran saat tadi, kepada warga umum dan warga sekitar Kantor DPC PDIP," katanya.

Adapun biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan sosial seperti sekarang, kata Dede Rusliadi menegaskan bahwa ini bersumber dari urunan dari Anggota Fraksi PDIP DPRD Kuningan, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan.

"Untuk biaya dalam kegiatan ini sekarang bersumber dari Anggota DPRD, Bupati dan Wakil Bupati. Masing - masing untuk Anggota Dewan menyisihkan Rp 30 juta atau satu bulan gaji, kemudian untuk Wakil Bupati itu sumbang Rp 50 juta dan Bupati atau Ketua DPC PDIP Kuningan itu sebesar Rp 100 juta," ungkapnya.

Selain itu, dalam tugas pengabdian PDIP di lingkungan masyarakat telah menyediakan fasilitas laporan secar hotline dan telah membuatkan Tim Crisis Centre di DPC PDIP Kuningan. "Jadi di DPC PDIP kita sudah punya Tim Crisis Centre sebagai fasilitas pelayanan masyarakat. Juga melakukan pendataan atau laporan dari desa ke DPC PDIP, agar dalam pelaksanaan kerja di lapangan tepat sasaran. Seperti pemberian bantuan kepada warga sedang isoman dan warga terdampak Covid19," ujarnya.

Disamping itu, DPC PDIP Kuningan juga telah menjadwalkan waktu vaksinasi terhadap warga sekitar kantor DPC PDIP Kuningan dan warga umum yang melintas di sekitar depan kantor partai.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved