Breaking News:

PPKM Darurat

Wisata Pemancingan Balong Hardi Sumedang Terdampak PPKM Darurat, 250 Karyawannya Mau Tak Mau Di-PHK

Di Sumedang, Jawa Barat, misalnya. Pemilik Balong Hardi Sumedang, H Ahmad Hardi menyatakan sangat. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ilustrasi mancing 

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Penerapan PPKM Darurat yang dilanjut PPKM berlevel, membuat para pemilik usaha banting tulang untuk survive.

Termasuk usaha wisata pemancingan.

Di Sumedang, Jawa Barat, misalnya. Pemilik Balong Hardi Sumedang, H Ahmad Hardi menyatakan sangat merasakan betul dampak situasi ini terhadap bisnisnya.

Setidaknya, ada sekitar 250 karyawan yang tergantung hidupnya pada usaha pemancingan dengan semboyan National Fishing Ground ini.

Di era PSBB, kemudian di masa PPKM, ia menutup sementara aktivitas bisnisnya, meski usaha ini tergolong padat karya.

"Ini artinya, kurang lebih 1.000 jiwa, keluarga mereka akan terdampak, karena kami kesulitan membayar gaji mereka akibat tutupnya usaha," kata H Hardi.

Bisnis ini, langsung atau pun tidak, dapat menggerakkan ekonomi rakyat dan mempunyai pasar tersendiri.

Uniknya, dalam nomenklatur pemerintahan setempat digolongkan pada jenis usaha wisata.

Padahal pemancingan itu adalah bidang usaha baru yang belum terklasifikasi sebagai kelompok usaha baru. Ini yang perlu jadi pemikiran bersama.

Ia bukan tempat wisata (fasilitas sosial maupun fasilitas umum) semata. Kegiatan mancing adalah ketangkasan yang perlu latihan dan peralatan khusus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved