Breaking News:

TKW Asal Indramayu Yati Ditawari Bantuan Demi Bisa Cabut dari Arab, tapi Diminta 25 Persen Gajinya

Tidak hanya itu, keluarganya di Indramayu, diketahui juga banyak didatangi oleh sejumlah oknum.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Foto istimewa/SBMI Indramayu 
Yati Kusniyawati (34), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Nasib pilu dialami Yati Kusniyawati (34), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu yang kini tertahan di Arab Saudi.

Pasalnya, gaji Yati Kusniyawati selama 11 tahun bekerja tidak dibayar oleh majikannya, ia juga tidak diperbolehkan pulang ke tanah air.

Tidak hanya itu, keluarganya di Indramayu, diketahui juga banyak didatangi oleh sejumlah oknum.

Oknum itu menawarkan bantuan kepada pihak keluarga untuk membantu persoalan yang dialami Yati Kusniyawati.

Dengan catatan, mereka meminta imbalan sebesar 25 persen dari gaji Yati Kusniyawati yang saat ini belum dibayarkan.

Hal tersebut diketahui setelah pihak keluarga melakukan pengaduan ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.

"Oknum itu meminta fee (bayaran) 25 persen, makanya keluarga mengadu ke SBMI karena kalau kami gratis tanpa meminta imbalan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (28/7/2021).

Juwarih menyampaikan, di Arab Saudi, Yati Kusniyawati seharusnya mendapat gaji sebesar 800 riyal mata uang Arab Saudi.

Atau jika dijumlah secara keseluruhan dalam bentuk rupiah, gaji Yati Kusniyawati yang belum dibayarkan selama 11 tahun sebesar Rp 400 juta lebih.

Jika oknum tersebut meminta imbalan sebesar 25 persen, kata Juwarih, keluarga harus memberikan imbalan sebesar Rp 100 juta kepada oknum tersebut.

Padahal, dalam penanganan kasus, lanjut dia, pemerintah melalui KBRI yang bertindak langsung di lapangan.

"Kasian PMI nya, dia kerja di sana 11 tahun gak digaji, pas digaji masa harus bayar 25 persennya, itu Rp 100 juta lebih padahal yang kerjanya kan pemerintah," ujar dia.

Setelah menerima surat kuasa dari pihak keluarga, dalam hal ini SBMI bakal langsung mengirimkan surat pengaduan kepada KBRI di Riyadh sebagai tindak lanjut.

"SBMI akan coba mendesak dengan membuat surat pengaduan ke KBRI Riyadh," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved