Breaking News:

Kuningan Masuk PPKM Level 3, Bupati Sebut Kesadaran Masyarakat Terhadap Prokes Sangat Baik

Kabupaten Kuningan masuk kategori Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ((PPKM) Level 3 dari sebelumnya Level 4

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com
PPKM Leevel 3 dan Level 4 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kabupaten Kuningan masuk kategori Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ((PPKM) Level 3 dari sebelumnya Level 4. Penurunan itu berkat kesadaran masyarakat untuk selalu waspada akan penyebaran Covid-19 dengan mendukung kebijakan dari Pemerintah.

"Penurunan ke level 3 ini,  dan semula di level 4 itu akibat adanya kebijakan Pemerintah Pusat  penerapan  PPKM Darurat, dimana tingkat kesadaran masyarakat Kuningan  sangat baik. Adapun PPKM Darurat ini  seperti instruksi Pemerintah Pusat, kemudian ditindaklanjuti  melalui Surat Edaran Bupati Nomor : 443.1/1616/Huk Tentang Penyekatan Ruas Jalan Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Kuningan," kata Bupati Kuningan H Acep Purnama, Kamis (29/7/2021).

Bupati menyebut, untuk vaksin terus mengebut pelaksanaannya bagi masyarakat Kuningan dari target 922.959 orang yang akan mendapat vaksin, saat ini per 26 Juli 2021 sudah 125.712 orang yang sudah menerima vaksin dosis 1 dan 52.655 yang sudah menerima dosis 2.

Baca juga: PPKM Berakhir 2 Agustus 2021, tapi Hari Ini Penambahan Kasus Covid-19 Ada 43.479, Diperpanjang Lagi?

Baca juga: MASIH Ingat Foto Kades Nikahi Anggota DPRD Kuningan saat PPKM? Setelah 2 Hari, Neneng Menjelaskan

“Upaya penurunan penyebaran dan  meningkatkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 disediakan juga tempat isolasi terpadu di pusat Diklat BKPSDM berlokasi di Desa Cikaso dengan jumlah ruang sebanyak 104, dan ada ruangan cadangan. Sebagai  edukasi dan pemahaman penanganan Covid-19 dibentuk  relawan tracer baik di tingkat kecamatan, desa hingga RT RW," katanya.

Pentingnya informasi di lapangan, Bupati menugaskan melalui Surat Bupati Nomor : 4431/1660/Perek & SDA tentang LO (Leason Officer) seluruh SKPD sebagai LO dan yang disebar ke tiap kecamatan untuk monitoring langsung ke desa dan kelurahan.

"Dengan tujuan inventarisasi permasalahan di lapangan baik penanganan medis maupun non medis, fasilitasi dan koordinasi dengan satgas desa kelurahan dan kecamatan, sehingga apa yang terjadi di kecamatan, desa dan kelurahan baik permasalahan ataupun hal-hal lainnya dapat segera  ditindaklanjuti melalui solusi dan pemecahan permasalahan," ujarnya.

Langkah lain untuk penangan covid-19, kata Acep menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sudah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) melalui BPBD dengan melibatkan LO dari SKPD sebanyak 3000 Paket sembako yang tersebar di 32 kecamatan, 376 desa dan kelurahan dengan sasaran warga yang sedang isoman dan perawatan di Rumah Sakit selama 4 hari terhitung 19 hingga 23 Juli 2021 .

"Kemudian dari Kemensos sebanyak 1002 ton beras medium untuk 1200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bansos dari Baznas 1000 paket sembako," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved