Breaking News:

Tak Ada Lagi Bangunan Tegak di Bekas Desa Miliarder, Material Rumah Jadi Buruan Warga Desa Tetangga

banyaknya material eks bahan bangunan rumah yang berserakan dan bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan bangunan tertentu.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.Com/Ahmad Ripai
Warga desa tetangga mencari material bekas bangunan di desa miliarder alias Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum Kuningan Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Tak ada bangunan rumah atau perkantoran pemerintah di bekas desa miliarder alias Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum Kuningan Jawa Barat yang tegak. Lokasi tersebut menjadi titik buruan warga desa tetangga.

Terlebih banyaknya material eks bahan bangunan rumah yang berserakan dan bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan bangunan tertentu.

"Untuk warga Desa Kawungsari, semua sudah pindah ke perumahan yang di Desa Sukarapih. Jadi kita di sini mulung bahan material bekas bangunan rumah yang kini sudah ambruk, dan matrial bekas ini bisa digunakan kembali, seperti kayu atau lainnya," kata Ari, salah seorang warga Desa Simpayjaya, saat sedang memungut eks material bahan bangunan rumah, Selasa (27/7/2021).

Pantauan di lokasi, Ari mengaku mencari material eks bangunan rumah warga Kawungsari tersebut untuk kebutuhan membuat kandang sapi. "Iya saya cari matrial bekas, ada kayu atau genteng ini. Buat bangun kandang sapi," ujarnya.

Baca juga: Waduk Kuningan Mulai Digenangi Air, Bangunan Sudah Rata Tanah, Begini Kondisi di Lokasi

Baca juga: Akad Nikah di Kuningan Terancam Batal dan Ditunda Jika Para Calon Pengantin Tak Memenuhi Syarat Ini

Sementara Ny Nunung yang mengaku asli keturunan warga Desa Kawungsari ini mengaku perasaannya campur aduk melihat dan merasakan langsung kondisi tempat tinggalnya yang rata dengan tanah.

"Perasaan campur aduk, namun jujur dengan adanya Waduk Kuningan, kami memiliki keuntungan dan bisa mengetahui bagaimana kondisi di luar sana, untuk berkembang hidup," kata Nunung.

Nunung menjelaskan, perasaan duka tentu ada saat merasakan bagaimana waktu kecil hidup di lingkungan perumahan desa setempat. "Perasaan sedihnya itu ketika kita ingat masa kecil. Hidup bareng keluarga di lingkungan desa ini," kata Nunung. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved