Breaking News:

Muncul Kabar Warga Desa Miliarder Beli Air Baku, Dirut PAM Kuningan Ungkap Begini

dalam penyaluran bantuan air, Deni mengaku menyediakan sebanyak 2   mobil tangki air dengan ukuran kapasitas sebesar 4 ribu liter

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Ahmad Ripai - Tribun Cirebon
Direktur Utama PAM Kuningan Deni Erlanda. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Informasi berkembang pembelian air baku oleh warga Desa Miliarder alias Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat yang bertempat tinggal di perumahan baru di Desa Sukarapih mendapat klarifikasi dari Direktur Utama Perusahaan Air Minum Kuningan, H Deni Erlanda.

"Soal ada warga beli air baku itu darimana? Kami berikan bantuan air kepada warga di sana itu cuma - cuma," kata Deni saat menyampaikan kepada Tribuncirebon.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/7/2021).

Menurut Deni, awal pemberian bantuan air, setelah ada tembusan dari pemerintah daerah melalui Asisten Daerah II dan Kepala Dinas Kawasan Permukiman Perumahan dan Pertanahan Kuningan.

"Ya kami salurkan bantuan air baku ke sana, atas permintaan sebelumnya dari Pak Asda dan Pak Kadis. Dan pemberian air baku itu gratis selama belum mendapat pasokan air yang sekarang sedang dilakukan pengeboran air bawah tanah disana," katanya.

Baca juga: Tak Ada Lagi Bangunan Tegak di Bekas Desa Miliarder, Material Rumah Jadi Buruan Warga Desa Tetangga

Baca juga: Belum Diresmikan, Warga Desa Miliarder Sudah Tempati Perumahan Baru, Kades Kusto Ungkap Begini

Baca juga: Warga Desa Miliarder Kesulitan Air Baku di Tempat Tinggal Baru Terpaksa Beli Air, Ini Kata Kades

Secara teknis dalam penyaluran bantuan air, Deni mengaku menyediakan sebanyak 2   mobil tangki air dengan ukuran kapasitas sebesar 4 ribu liter, kemudian dalam satu hari itu mendapat pasokan sebanyak 4 tangki air.

"Bantuan air baku, kami sediakan 2 mobil tangki kapasitas 4 ribu dan sehari itu diberikan sebanyak 2 kali setiap tangki atau rit," ujarnya.

Deni mengemukakan bahwa pembelian air baku itu tidak benar dan manajamen sebelumnya telah mewanti - wanti untuk tidak mengomersialkan pemberian air baku terhadap warga terdampak pembangunan Waduk Kuningan tersebut.

"Sejak awal, manajamen melarang untuk menerima uang atau menerima pembelian air baku dari warga Kawungsari disana tempat tinggal baru," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, belum genap 1 bulan menempati tempat tinggal baru di lokasi perumahan Kementerian PUPR di Desa Sukarapih Kecamatan Cibeureum, warga Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum Kuningan Jawa Barat alami kesulitan pasokan air baku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved