Breaking News:

Kasus Surat Swab Palsu

OB di Indramayu Ini Hanya Tertunduk Saat Digelandang Polisi, Terancam 6 Tahun Penjara

W (45), warga Desa Bogor, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu kini harus berurusan dengan polisi.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
W (45), OB di Puskesmas Sukra saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu, Minggu (25/7/2021) malam. 

Alasan Warga

Menurut pengakuan pelaku, rata-rata pemohon pembuatan surat swab palsu ini bertujuan untuk perjalanan ke luar kota.

"Sejauh ini kami lihat untuk kegiatan perjalanan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (25/7/2021) malam.

Baca juga: BREAKING NEWS: OB di Puskesmas Sukra Ditangkap Polisi, Punya Bisnis Bikin Surat Swab Palsu 

AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, saat ini satu orang pelaku sudah berhasil diamankan.

Yakni seorang Office Boy (OB) di Puskesmas Sukra berinisial W (45), warga Desa Bogor, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Para pemohon surat swab palsu itu diketahui cukup membayar uang kepada pelaku sebesar Rp 100-150 ribu untuk dapat hasil negatif Covid-19 tanpa perlu menjalani swab.

AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, dari tangan pelaku, polisi juga mendapati sebanyak 40 KTP dalam bentuk fotocopy.

Baca juga: Cuma Bayar 100 Ribu Dapat Hasil Negatif Covid-19, Pembuatan Surat Swab Palsu di Indramayu Dibongkar

Data diri KTP itu, nantinya akan dibuatkan surat swab palsu dengan hasil negatif Covid-19 oleh pelaku.

Hasil swab negatif palsu tersebut rencananya akan digunakan para pemohon untuk tanggal 26 Juli 2021.

Masih Didalami

Polisi masih akan terus melakukan penyidikan lebih lanjut perihal praktik pembuatan surat swab palsu di Kabupaten Indramayu.

Sejauh ini, Polres Indramayu baru mengamankan satu orang pelaku berinisial W (45), warga Desa Bogor, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Ia merupakan office boy (OB) di Puskesmas Sukra.

Baca juga: BREAKING NEWS: OB di Puskesmas Sukra Ditangkap Polisi, Punya Bisnis Bikin Surat Swab Palsu 

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan, penyelidikan ini guna mencari tahu motif atau modus pelaku sehingga nekat melakukan perbuatan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved