Breaking News:

Belum Diresmikan, Warga Desa Miliarder Sudah Tempati Perumahan Baru, Kades Kusto Ungkap Begini

warga desa miliarder yang tinggal di tempat hunian baru mengeluhkan kondisi lingkungan tempat tinggal setempat

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Sarana prasarana umum di perumahan yang ditempati warga desa miliarder di Sukarapih belum selesai dikerjakan oleh pihak pengembang. 

Terlebih tidak lama lagi, Waduk Kuningan sesuai informasi akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo.

"Keseriusan yang harus di perhatikan itu mengenai pendampingan hidup bagi warga Desa Kawungsari. Sejauh ini apa langkah nyata yang di lakukan pemerintah?" ungkap Ali saat dihubungi Tribuncirebon.com, Minggu (20/6/2021).

Ali mengatakan, pemerintah baiknya mengerti bagaimana perasaan masyarakat Desa Miliarder.

Sebab sudah untung mereka (Warga Desa Miliarder) sadar dan mengikuti kebijakan pemerintah untuk rela meninggalkan tempat tinggalnya untuk selama.

"Ya harusnya pemerintah atau negara itu hadir ditengah masyarakat. Apalagi masyarakat Kawungsari yang saat ini akan meninggalkan tempat tinggal akibat dampak Pembangunan Waduk Kuningan," katanya.

Ali melihat keseriusan pemerintah belum tampak melakukan pendampingan terhadap masyarakat. Hal itu menyusul dengan calon tempat tinggal baru hingga saat ini belum siap ditempati.

"Mana keseriusan pemerintah, tempat tinggal baru belum siap. Kemudian disisi lain, warga harus cepat meninggalkan tempat tinggal di desa lama dan sebagian bangunan rumah warga terlihat rata dengan tanah. Bagaimana perasaan warga disana?" ujarnya.

Muncul status calon tempat tinggal itu bersifat sementara alias hak guna pakai semata.

Ali menjawab bahwa soal hak guna pakai tempat tinggal bagi warga terdampak pembangunan Waduk Kuningan, itu jangan terlalu lama dan berharap bisa cepat di lakukan pemberian secara hibah.

"Kami minta saat mereka menempati tempat tinggal baru itu jangan sementara. Kami berharap pemerintah bisa memberikan hak milik tempat tinggal melalui hibah atau kebaikan pemerintah pada biasanya," ujarnya.

Alasan lain, kata Ali mengaku bahwa idak baik pemerintah memberikan tambahan beban bagi masyarakat Kawungsari di tempat tinggal mendatang.

"Ya, pemerintah jangan tambahkan beban kehidupan bagi  masyarakat disana nanti. Meski mereka mendapat biaya ganti untung tapi mereka harus mengawali hidup baru, artinya dalam menjalankan kehidupan baru ini jangan memberikan beban kepada mereka.

Dengan berikan tempat tinggal melalui hibah, perhatian sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi kemasyarakatan yang biasa dilakukan di lingkungan permukiman sebelumnya," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved