Breaking News:

Belum Diresmikan, Warga Desa Miliarder Sudah Tempati Perumahan Baru, Kades Kusto Ungkap Begini

warga desa miliarder yang tinggal di tempat hunian baru mengeluhkan kondisi lingkungan tempat tinggal setempat

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Sarana prasarana umum di perumahan yang ditempati warga desa miliarder di Sukarapih belum selesai dikerjakan oleh pihak pengembang. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah warga desa miliarder yang tinggal di tempat hunian baru, yakni perumahan di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat mengeluhkan kondisi lingkungan tempat tinggal setempat. Pasalnya sarana prasarana umum belum selesai dikerjakan oleh pihak pengembang sebelumnya.

"Iya, secara formal perumahan baru belum diresmikan. Namun jumlah warga sudah ada 80 persen yang menempati di perumahan ini," ungkap Kepala Desa Miliarder alias Desa Kawungsari, Kusto saat ditemui di lingkungan perumahan baru tadi, Senin (26/7/2021).

Kusto menyebut untuk pengerjaan sarana dan prasarana umum serta tempat tinggal, membuat kurang nyaman warga.

"Untuk kondisi lingkungan bisa di lihat langsung, bagaimana keadaannya. Kemudian dari jumlah warga bertempat tinggal itu ada 30 unit belum bisa diserahkan kepada calon penghuni," katanya.

Baca juga: Warga Desa Miliarder Kesulitan Air Baku di Tempat Tinggal Baru Terpaksa Beli Air, Ini Kata Kades

Baca juga: Kisah Warga Desa Miliarder di Kuningan Sudah 10 Hari Huni Tempat Tinggal Baru, Ini yang Mereka Alami

Alasan belum bisa diserahkan kunci rumah tadi, kata Kusto mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan rumah tersebut, masih dalam pengerjaan. "Iya, ada 30 unit rumah yang belum beres dikerjakan, padahal kalau melihat kontrak kerja itu batas akhir tanggal 5 Juli 2021," ujar Kusto lagi.

Soal pengerjaan bangunan rumah, Kusto mengaku tidak mengetahui persis mekanisme dan praktik yang dilakukan antara pemerintah dengan pengembang.

"Untuk pekerjaan, gak tahu bagaimana aturan mainnya. Soalnya, ini Kementerian PUPR dengan pihak pengembang," ujarnya.

Menyinggung soal perpindahan warga di tempat baru, Kusto menyebut bahwa pelaksanaan relokasi itu secara bertahap dan sebelumnya telah dibagi zona sesuai kawasan Rumah Tangga dan Rukun Warga.

"Ada 10 RT di sini, pertama kawasan RT terisi itu di perumahan RT 1 hingga RT 9 yang diketahui baru sebagian dan RT 10 masih dalam pengerjaan unit (rumah)," ungkapnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved