Breaking News:

94 Calon Pengantin di Indramayu Mundur karena harus Swab Antigen yang Mahal, Kemenag Berikan Solusi

Pasalnya, dari sebanyak 764 calon pengantin yang mendaftar ke Kantor Urusan Agama (KUA), sebanyak 94 di antaranya mengundurkan diri.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
GridFame.ID
Ilustrasi pengantin pernikahan. 94 Calon Pengantin di Indramayu Mundur karena harus Swab Antigen yang Mahal, Kemenag Berikan Solusi 

Kebijakan tersebut sebagai perpanjangan dari PPKM darurat yang sebelumnya dimulai pada 3-20 Juli 2021.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten, Rosidi mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi para calon pasangan pengantin tersebut menunda pernikahan.

Baca juga: Unik Pasangan di Pangandaran Ini Gelar Akad Nikah dengan Memakai Seragam Pramuka, Ini Alasannya

Baca juga: Viral Warga Boyolali Nikah di Dalam Bus, Berawal dari Resepsi Pernikahan Batal karena PPKM Darurat

Mayoritas karena para calon pengantin enggan diswab antigen sebagai syarat melangsungkan akad nikah.

"Karena mereka gak mau diswab, yang wajib diswab itu 2 calon pengantin, 2 saksi dan wali," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (23/7/2021).

Kebijakan swab ini pun dibuat demi melindungi penghulu agar tidak terpapar Covid-19 dan mencegah terjadinya klaster pernikahan.

Adapun untuk jumlah pasti calon pasangan pengantin yang memilih menunda pernikahan, disampaikan Rosidi, pihaknya masih menghimpun data secara keseluruhan dari masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA).

Baca juga: Bikin Kerumunan Saat PPKM Darurat, Resepsi Pernikahan di Cihaurbeuti Dibubarkan Satgas Covid-19

Baca juga: Baru Menikah Pengantin Wanita Langsung Jadi Janda, Suaminya Pingsan Gara-gara Tradisi Pernikahan

Kendati demikian, ia tidak memungkiri, jumlahnya memang tidak sedikit mengingat momen selepas Iduladha maupun Idulfitri menjadi puncak para calon pasangan pengantin untuk melangsungkan pernikahan.

Di masa PPKM ini, masih disampaikan Rosidi, pernikahan hanya diperbolehkan untuk akad nikah saja.

Sedangkan resepsi pernikahan ditiadakan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan.

"Resepsi ditiadakan, jadi nikahnya di KUA dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved