Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

INI KATA Pelatih Windy Cantika Mojang Bandung Yang Sumbang Medali Pertama di Olimpiade Tokyo 2020

Prestasi itu dicatatkan oleh lifter asal Kabupaten Bandung, Windy Cantika Aisah dari kelas 49 kg putri.

Editor: dedy herdiana
Twitter Olympics
Windy Cantika Aisah menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kontingen Indonesia berhasil meraih medali pertama dalam Olimpiade Tokyo 2020, dari cabang olahraga angkat besi.

Prestasi itu dicatatkan oleh lifter asal Kabupaten Bandung, Windy Cantika Aisah dari kelas 49 kg putri. 

Sebagai lifter muda potensial, Mojang Bandung yang baru berusia 19 tahun dan akrab disapa Cantika atau Cantik tersebut, mampu menjawab doa dan harapan dari segenap masyarakat Indonesia yang hanya dapat menyaksikan kemampuannya dari balik layar kaca.

Windy Cantika Aisah menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020.
Windy Cantika Aisah menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. (Twitter BadmintonTalk)

Terlebih, ia harus bersaing dengan para lifter senior dunia yang menorehkan berbagai prestasi internasional.

Perasaan tegang melihat salah seorang perwakilan anak bangsa yang berjuang di negeri Sakura untuk pertama kalinya, seketika berubah jerit bahagia dan deraian air mata, seraya mengucap syukur atas hasil yang diperoleh, dialami oleh orang-orang terdekat Cantika.

Baca juga: Windy Cantika Atlet Asal Bandung Berhasil Raih Medali Pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Baca juga: SOSOK Windy Cantika, Atlet Asal Bandung Peraih Medali Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo

Dewi Nuranis, salah seorang pelatih angkat besi Kabupaten Bandung dan PPLP Jawa Barat yang selama ini mendidik Cantika mengaku, sangat bangga dan terharu melihat prestasi yang diraih Cantika di Olimpiade Tokyo 2020. Terlebih, ajang olimpiade merupakan yang pertama bagi Cantik.

"Tentunya saya sangat bangga lah, dan sampai sekarang saya tidak berhenti menangis, karena bahagia melihat penampilan Cantik di ajang Olimpiade Tokyo 2020, yang berhasil memberikan medali perunggu, dan medali pertama bagi Indonesia," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (24/7/2021).

Dewi mengatakan, saat menyaksikan penampilan anak didiknya dari layar televisi di rumahnya, ia sempat merasa ragu dengan kemampuan Cantik dalam mengatasi beban ketegangan saat akan menaiki arena. 

Hal tersebut, lanjutnya tergambar jelas dari raut wajah gadis kelahiran 11 Juni 2002 itu saat akan melakukan angkatan Snatch, namun hal itu seketika berubah saat melakukan angkatan clean and jerk yang dengan apik dia lakukan sehingga meraih nilai 194 poin dari total angkatan.

"Jujur saya sempat ragu melihat ekspresi dia pas naik arena dan akan melakukan Snatch, karena keliatan dia tegang. Tapi saat clean and jerk, dia benar-benar abis-abisan dan dia mampu melakukannya dengan baik. Saya sempat mengira dan prediksi, Cantika akan berada di urutan keempat, tapi mungkin karena sudah rezekinya, lifter dari Amerika Serikat (Jourdan Delacruz) yang sempat diunggulkan, justru tiga kali gagal akibat cedera, akhirnya Cantik bisa di urutan ketiga," ucapnya.

Ia pun berpesan, agar Cantik tidak berpuas diri dengan apa yang telah berhasil dicapainya ini, terlebih usianya masih sangat muda dan banyak kesempatan untuk dirinya menunjukkan kemampuan dan mendapatkan medali emas bagi Indonesia.

"Untuk saat ini, saya kira di usianya saat ini capaian peringkat tiga dunia sudah sangat luar biasa, dan saya harap dia tidak cepat berpuas diri karena perjalanannya masih panjang. Kalau sekarang dapat perunggu, mungkin olimpiade selanjutnya dia bisa dapat emas, saya harap yang terbaik untuk Cantik," katanya (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved