Breaking News:

Total Denda dari Pelanggar PPKM Darurat di Indramayu Mencapai Rp 621 Juta, 4 Orang Pilih Penjara

Total denda pelanggar PPKM Darurat di Indramayu sebesar Rp 621.750.000 itu didapat dari sebanyak 109 orang pelanggar.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Salah satu pemilik kafe yang menggelar pesta miras (kanan) saat menjalani sidang tipiring secara virtual di Balai Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jumlah nominal denda pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Indramayu tembus sebanyak Rp 621.750.000.

Hal tersebut disampaikan Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman kepada Tribuncirebon.com, Jumat (23/7/2021).

Fatchu Rochman mengatakan, nominal sebesar itu didapat dari sebanyak 109 orang pelanggar.

"Total denda sebanyak Rp 621.750.000 dan total biaya perkara Rp 545.000," ujar dia.

Baca juga: Terkumpul Denda Pelanggar PPKM Darurat di Indramayu Rp 501 Juta Lebih, 4 Orang Pilih Kurungan

Salah satu pemilik kafe yang menggelar pesta miras (kanan) saat menjalani sidang tipiring secara virtual di Balai Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/7/2021).
Salah satu pemilik kafe yang menggelar pesta miras (kanan) saat menjalani sidang tipiring secara virtual di Balai Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/7/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Fatchu Rochman menjelaskan, dari sebanyak 109 orang pelanggar itu, sebanyak 4 di antaranya memilih hukuman pidana kurungan badan selama 5 tahun.

Tiga orang diketahui sudah selesai menjalani hukuman dan seorang lagi hukumannya ditunda karena masih menjalani isolasi mandiri.

Adapun untuk penerapan sanksi ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

Mereka secara sah dinyatakan bersalah karena melanggar protokol kesehatan selama penerapan PPKM darurat dalam sidang tindak pidana ringan atau Tipiring oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Indramayu.

Fatchu Rochman menyampaikan, semua denda yang sudah diterima tersebut langsung disetorkan ke kas negara.

"Mudah-mudahan masyarakat paham bahwa tidak ada uang denda di instansi pengadilan, kejaksaan, kepolisian atau instansi lainnya. Tapi uang denda ini langsung masuk ke kas negara," ujar dia.

Baca juga: Devianti Menangis Mengetahui Anak yang Dilahirkannya Memilih Penjara Dibanding Bayar Denda PPKM

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved