Breaking News:

Seniman dan Budayawan Terdampak PPKM Darurat Terima Bansos dari Pemprov Jabar

Penyerahan bantuan Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik kepada tokoh seniman Jabar,

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/M Syarif Abdussalam
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai Rp 400 ribu kepada seniman dan budayawan yang terdampak PPKM Darurat. Penyaluran perdana dilakukan di Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (23/7).  

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai Rp 400 ribu kepada seniman dan budayawan yang terdampak PPKM Darurat. Penyaluran perdana dilakukan di Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (23/7). 

Penyerahan bantuan Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik kepada tokoh seniman Jabar, Tisna Sanjaya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang berada di Bekasi menyaksikan ratusan paket sembako diserahkan secara daring melalui video virtual. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kondisi pandemi dan kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi bulan ini membuat situasi makin sulit.

“Kawan seniman dan budayawan yang saya cintai, situasi memang sangat sulit buat semua orang. Saya juga sedih karena pilihannya itu tidak ada yang ideal. Jadi situasi ini sulit di berbagai level. Di satu sisi kawan rumah sakit akan kolaps. Suatu nilai kemanusiaan yang tentunya tidak ingin kita lihat,” kata Ridwan Kamil.

Baca juga: Semangati Nakes, Jabar Bergerak Kirim Kue Tar untuk 26 Puskesmas di Majalengka

Baca juga: Hari Ke-3 PPKM Darurat Tahap 2, Kasus Harian Covid-19 di Majalengka Masih Ngegas

Ia mengatakan di sisi lain dengan PPKM Darurat ini juga mengurangi dan membatasi interaksi sosial dan ekonomi dan akhirnya menjadi buah simalakama. Ibaratnya, kata Ridwan Kamil, dari kiri ada buaya, dari kanan singa, jadi pilihannya tentu tidak mudah.

Beragam upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sektor kesehatan sudah mulai berjalan. Tingkat keterisian rumah sakit untuk pasien Covid-19 sudah turun dari 90 persen menuju 70 persen.

Maka dari itu, bersamaan dengan upaya penuruan di sektor kesehatan, ia pun membagi konsentrasi dengan membantu masyarakat terdampak secara ekonomi, khususnya kategori masyarakat atau profesi yang tidak terdaftar dalam data penerima bantuan pemerintah.

“Kita bisa membantu kehidupan para seniman budayawan yang daftarmya silakan diatur dengan baik. Bentuk bantuannya pangan sembako dan juga ada uang tunai. Mudah-mudahan ini bisa membantu mengurangi beban dari para seniman dan budayawan,” kata Ridwan Kamil.

Di masa sulit ini, katanya, semua pihak harus saling menguatkan dan mendoakan di antara pilihan-pilihannya tidak mudah. Tapi intinya, katanya, urusan keselamatan nyawa tentu harus diutamakan dan ada keputusan-keputusan yang harus didahulukan yang mungkin tidak nyaman dan tidak ideal. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved