Breaking News:

Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung Jengkel Kompetisi Liga 1 Diundur Terus, Kok Gak Ada yang Bela Hak Kami?

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengatakan alasan pandemi Covid-19 tidak seharusnya membuat kompetisi sepak bola di Indonesia terhenti.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
TribunJabar.id/Ferdyan Adhi Nugraha
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengatakan alasan pandemi Covid-19 tidak seharusnya membuat kompetisi sepak bola di Indonesia terhenti.

Menurut Robert Alberts, dengan memakai Covid-19 sebagai alasan untuk tidak memutar kompetisi akan membuat sepak bola profesional terhenti selamanya.

"Jadi alasan menunda segalanya di olahraga profesional, membuat kami tidak lagi memiliki olahraga profesional disebabkan Covid-19. Karena jika dilihat dari situasi itu, tidak akan ada lagi olahraga yang diizinkan di negara ini karena Covid-19 tidak akan hilang," ujar pelatih Persib Bandung itu kepada awak media, Jumat (23/7/2021).

Pelatih asal Belanda itu menambahkan, negara-negara lain sudah memahami bahwa hidup saat ini manusia harus bisa beradaptasi dengan Covid-19.

Karena itu, Robert Alberts menyebut kompetisi-kompetisi di luar negeri sudah normal lagi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Pelatih Persib Bandung Blak-blakan: Motivasi dan Mental Pemain Menurun karena Kehilangan Pekerjaan

"Negara lain sudah mulai memahami itu, liga mereka sudah berjalan, begitu pula Piala Eropa, Copa America, Gold Cup, dan Olimpiade," ucapnya.

Menurut Robert Alberts, banyak tim yang sudah memulai memasuki pramusim. Sementara di Indonesia, kompetisi masih terus mengalami penundaan.

"Kenapa tidak ada yang membela hak-hak kami, orang-orang yang hidup di sepakbola itu mengorbankan segala untuk sepakbola, tapi tidak ada yang mendukung," ucapnya.

"Di mana kepemimpinannya, di mana kekuatan dan visi untuk mendorong sepak bola maju. Harus ada dialog yang demokratis karena ini melibatkan kehidupan banyak orang yang menderita selama 1,5 tahun dan situasinya masih terus sama," katanya. 

"Barcelona, Real Madrid atau Atletico Madrid pasti tidak ingin liganya dihentikan, memang semua pasti sepakat membantu situasi Covid-19, tapi dengan menghentikan itu (liga) tidak membantu situasi Covid-19," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved