Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Mahasiswa di Medan Wafat Seusai Disuntik Vaksin Covid-19, Semalaman Demam dan Positif, Pamannya Koma

"Kalau tahu seperti ini kami tidak akan menyuruh anak saya untuk vaksin," ujarnya.

Istimewa
Ilustrasi jenazah di kamar mayat 

"Omnya juga setelah di vaksin sama gejalanya seperti anak saya. Masih di ruang ICU kalau (omnya)," katanya.

Ia menjelaskan bahwa anaknya ngebet untuk vaksin karena kampusnya Politeknik Pariwisata Negeri Medan yang mengharuskan mahasiswanya memiliki sertifikat vaksin agar bisa mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).

"Kalau tahu seperti ini kami tidak akan menyuruh anak saya untuk vaksin," ujarnya.

Dewi yang sudah ditinggalkan suami dan hanya memiliki satu anak berharap agar pemerintah memperhatikan keluarganya terutama kematian anaknya pascadivaksin ini.

"Saya berharap supaya pemerintah memberikan perhatian kepada kematian anak kami, karena sebelumnya anak kami ini sehat dan tidak ada gejala penyakit apa pun. Namun setelah divaksin malah menjadi seperti ini, anak saya semakin parah mulai dari demam hingga sesak seperti ini. Apa sebenarnya kegunaan vaksin ini kok malah memperparah anak saya. Jadi saya meminta supaya diberikan penjelasan apa sebenarnya isi vaksin ini, kok malah membuat anak saya seperti ini," ujarnya.

"Berikutnya supaya pemerintah memperhatikan apa dampak dari vaksin ini, kalau seperti ini kami sekeluarga besar menjadi takut divaksin, dan kami berharap tidak ada keluarga lain yang menjadi korban dari keharusan vaksin ini," katanya sambil menunduk dan terisak-isak.

Baca juga: Menuju Herd Immunity, 8 Juta Vaksin Sinovac Tahap ke-29 Tiba di Indonesia

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul KRONOLOGI Meninggalnya Mahasiswa Setelah Divaksin, Ibunda Irwin Perdana Bilang Awalnya Anaknya Sehat.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved