Breaking News:

Kasus Ibu Gugat Anak Soal Harta Warisan di Majalengka Makin Berlarut-larut Belum Ada Titik Temu

sampai saat ini sidang yang digelar di PN Majalengka belum menemukan kata sepakat untuk berdamai seperti harapan para penasehat hukum keduanya

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Ika Wartika sempat datang ke rumah ibu angkatnya Sri Mulyani untuk meminta maaf terkait kasus yang sedang dihadapi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sudah tiga bulan lamanya proses sidang perdata perkara gugatan pembatalan kutipan akta lahir seorang anak oleh ibunya digelar.

Namun, sampai saat ini sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka belum menemukan kata sepakat untuk berdamai seperti harapan para penasehat hukum kedua belah pihak.

Upaya perdamaian sejatinya terus ditempuh oleh kuasa hukum kedua belah pihak.

Mereka memberikan masukan kepada masing-masing kliennya agar konflik antara ibu dan anak ini bisa diakhiri dengan damai.

Setidaknya, sebelum majelis hakim menjatuhkan palu.

Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio saat hendak meninggalkan Pengadilan Negeri Majalengka selepas menjalani sidang gugatannya kepada anaknya yang bernama Ika Wartika alias Kwik Gien Nio pada Selasa (13/4/2021).
Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio saat hendak meninggalkan Pengadilan Negeri Majalengka selepas menjalani sidang gugatannya kepada anaknya yang bernama Ika Wartika alias Kwik Gien Nio pada Selasa (13/4/2021). (Istimewa)

Sayang, upaya tersebut sampai persidangan ke-10 kalinya ini pada Kamis (22/7/2021) belum juga mereda.

Padahal semua berharap perkara gugatan antara ibu dan anak ini berujung damai.

"Ya, kami akan terus berupaya mencari jalan damai, dengan terus memberikan pengertian pada mamih (Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio) sebagai penggugat, Namun si mamih bersikukuh pada pendiriannya, karena dia punya prinsip bahwa dirinya punya kewenangan untuk mengelola harta warisan tersebut. Ada kesepakatan yang sampai saat ini belum tercapai, tapi walaupun demikian kami akan terus memberikan pengertian pada klien kami," ujar Asep Rahman, Kuasa Hukum penggugat melalui telpon selulernya, Kamis (22/7/2021).

Menurut Asep Rahman, penggugat menginginkan pengelolaan harta tersebut oleh dirinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved