Breaking News:

Sinta Bocah yang Rawat Ibu ODGJ di Indramayu Senang Bisa Sekolah Terus Bertanya Kapan Berangkat

Adi Wijaya menceritakan, sejak mendapat kabar bahwa ia bisa sekolah, Sinta Murni langsung mempersiapkan barang bawaan yang hendak dibawa ke Yayasan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Foto istimewa/LPAI Indramayu
LPAI Indramayu saat mengantar Sinta Murni ke Yayasan di wilayah Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Kamis (22/7/2021). 

"Kalau kita tidak bantu, kemungkinan besar anak ini akan terlantar," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat mengunjungi kediaman ibu dan anak tersebut, Rabu (23/6/2021).

Pantauan Tribuncirebon.com, suasana berantakan terlihat di rumah tersebut, baik pada pelantaran rumah maupun rumah bagian dalam.

Baca juga: Bocah Usia 7 Tahun di Indramayu Ini Terpaksa Tak Sekolah Dulu, Urus Ibunya yang Alami Gangguan Jiwa

Di rumah tersebut, sudah ditinggali Nani kurang lebih 10 tahun lamanya.

Rumah tersebut dibangun orang kakak tiri Nani dahulu sebelum melahirkan Sinta Murni.

"Kalau listrik ini nyambung dari tetangga," ujar dia.

Adi Wijaya mengatakan, kondisi memprihatinkan tersebut ditambah dengan keadaan Nani yang mengalami sedikit depresi sejak beberapa tahun terakhir.

Ia sedikit sulit untuk diajak berkomunikasi.

Sedangkan, ayah dari Sinta Murni, disampaikan Adi Wijaya, tidak diketahui keberadaannya.

"Nani menikah secara agama dan belum pernah menikah secara resmi. Dia punya 3 anak, dua anaknya menurut pengakuannya dibawa ayahnya," ujar dia.

Baca juga: Duh, Belasan Murid SD Girimukti Majalengka Terinfeksi Covid-19, Diduga Terpapar dari Guru

Kondisi serba kekurangan pun dialami keduanya, mereka luput dari perhatian pemerintah karena tidak memiliki dokumen kependudukan.

Lanjut Adi Wijaya untuk kebutuhan makan, beruntung, para tetangga masih peduli terhadap ibu dan anak tersebut.

Dalam hal ini, pihaknya akan mencoba membantu agar Sinta Murni dapat bersekolah dengan membawanya ke panti asuhan dan akan melakukan pengobatan terhadap Nani, ibunya yang sedikit mengalami depresi.

"Akan saya bawa permasalahan ini ke desa untuk dilengkapi data-data kependudukan lebih dahulu, karena mereka ini tidak punya dokumen kependudukan sama sekali," ujar dia.

"Mereka merupakan keluarga yang tidak mampu tapi tidak pernah tersentuh oleh pemerintah pusat, kalau pemerintah setempat mungkin membantu. Saya akan mengupayakan betul-betul kasus ini," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved