Breaking News:

Pemkab Kuningan Bareng Pejabat Bea Razia Rokok Ilegal di Sejumlah Pasar Tradisional se-Kuningan

tindakan ini untuk menghindari upaya yang merugikan negara dari sisi pendapatan rokok. Pun rokok ilegal juga merugikan masyarakat.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Petugas gabungan melakukan razia rokok ilegal di sejumlah pasar tradisional di Kuningan, Kamis (22/7/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Monitoring Pemberantasan Rokok Ilegal kesejumlah pasar di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (22/7/2021).

Monitoring tadi melibatkan sejumlah unsur antara lain Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Cirebon, Satpol PP, Bagian Perekonomian Setda dan SDA, dan sejumlah SKPD yang dibagi dalam 4 tim.

Tim pertama dipimpin Kadis Kominfo Kuningan, Wahyu Hidayah, mewakili Bupati Kuningan yang berhalangan hadir dan tim dua dipimpin Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda melaksanakan monitoring ke Pasar Garawangi, Pasar Maleber, dan Pasar Lebakwangi.

Adapun tim tiga dengan lokasi monitoring Pasar Baru Kuningan dan Pasar Ancaran, dipimpin Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar serta tim empat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kuningan Deni Hamdani, melakukan monitoring ke Pasar Cilimus dan Pasar Pancalang.

Baca juga: Selama 2020, Penerimaan Cukai KPPBC TMP C Cirebon Capai Rp 1,37 Triliun

Baca juga: Ungkap Kasus Rokok Tanpa Cukai, KPPBC TMP C Cirebon Selamatkan Kerugian Negara Senilai Rp 1,5 Miliar

Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda mengemukan hasil monitoring di wilayah Kabupaten Kuningan ini tidak terdapat peredaran rokok illegal, sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor penerimaan cukai tembakau.

“Ini sebenarnya bukan menyasar pedagangnya, kita hanya mencari informasi dari peredarannya. Otomatis dari pedagang akan memberi informasi kepada kita. Kita dapat menindaklanjuti. Karena jika ditemukan memproduksi, menjual, mengedarkan rokok ilegal ada sanksi administrasi dan sanksi pidananya,” ujar Wabup.

Hal serupa juga dikatakan Sekretaris Daerah Dian Racmat Yanuar di sela kegiatan, bahwa tindakan ini untuk menghindari upaya yang merugikan negara dari sisi pendapatan rokok. Pun rokok ilegal juga merugikan masyarakat.

Karena rokok-rokok illegal tersebut, sambungnya, tidak menggunakan rentang kendali mutu dan tidak melakukan jaminan mutu kualitas rokok.

“Alhamdulillah udah beberapa titik saya laksanakan (red_monitoring), toko-toko yang saya datangi semuanya menjual roko yang menggunakan bea cukai. Artinya memang harus sudah ada kesadaran dari pemilik toko untuk tidak menjual rokok yang illegal,” kata Dian.

Petugas gabungan melakukan razia rokok ilegal di sejumlah pasar tradisional di Kuningan, Kamis (22/7/2021).
Petugas gabungan melakukan razia rokok ilegal di sejumlah pasar tradisional di Kuningan, Kamis (22/7/2021). (TribunCirebon.com/Ahmad Ripai)

Dian mengatakan, upaya mengawasi peredaran rokok ilegal bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan menjadi kewajiban seluruh masyarakat.

"Dengan bersama-sama mengawasi peredarannya, dapat menjadikan Kabupaten Kuningan terbebas dari peredaran rokok ilegal," ujarnya.

Sementara Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama, Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Cirebon, Novembriyanto Nugroho mengimbau kepada para pedagang, agar tidak memperjualbelikan rokok ilegal.

"Kami meminta kepada para pedagang, apabila ada yang menawarkan atau menjual rokok ilegal, segera melaporkannya kepada pemerintah daerah atau ke pihak Bea dan Cukai melalui telepon atau layanan WhatsApp," katanya.

Adapun ciri-ciri rokok illegal, dijelaskan Novembriyanto, di antaranya dilekati pita cukai palsu, tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai yang bukan haknya atau salah personalisasi, dilekati pita cukai yang salah peruntukan, dan dilekati pita cukai bekas. 

"Ya untuk rokok ilegal itu mudah dikenali dengan ciri - ciri, tidak ada pita cukai seperti yang kita ketahui pada bungkus rokok legal," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved