Breaking News:

Pak Guru Menyesal Pernah Menolak Vaksin Covid-19, Kini Terpapar Corona Hingga Pakai Selang Oksigen

Seorang pria menyesal pernah menolak vaksin Covid-19 bahkan dia sempat bersifat arogan.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
shutterstocks
ilustrasi vaksin corona 

"Beberapa pasien telah menerima dua dosis vaksin dan mengalami penyakit yang lebih ringan. Mereka bertahan hidup dengan Cpap (ventilasi non-invasif dengan oksigen). Tanpa vaksin mereka mungkin akan mati," kata dokter Abid Aziz.

"Pasien yang lain baru saja mendapatkan dosis vaksin pertama sehingga tidak sepenuhnya terlindungi dari virus corona.

"Yang mengkhawatirkan, sekitar setengah dari pasien di bangsal hari ini belum divaksin. Saya berhenti bertanya mengapa, karena mereka jelas malu."

Baca juga: Obat Ini Diklaim Mampu Cegah Kematian Pasien Covid-19 hingga 100 Persen, Sudah Disetujui UEA

"Menyenangkan dapat tetap hidup"

Abderrahmane Fadil, guru IPA berusia 60 tahun yang memiliki dua anak kecil, juga menyayangkan keputusannya tidak mengikuti vaksinasi.

Dia berpikir dua kali untuk divaksin karena vaksin dia anggap ditemukan dalam waktu cepat.

Sekitar tiga perempat dari populasi orang dewasa di Bradford telah mendapatkan dosis pertama vaksin, sementara persentase nasional di Inggris mencapai 87%.

Fadil berakhir dalam perawatan intensif selama sembilan hari.

Ini adalah pertama kalinya dia menghabiskan malam di rumah sakit sejak pindah dari Maroko pada tahun 1985.

"Sangat menyenangkan untuk hidup," katanya. "Istri saya divaksin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved