Breaking News:

Politik

Menhan Prabowo Beli 6 Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle Asal Korea Selatan, Secanggih Apa Sih?

Ini bukan pertama kalinya KAI bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
(KOMPAS.com/Penlanud Iswahjudi )
Pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 Wing 3 Lanud Iswahjudi mengawal pesawat Boeing 7307-500 yang membawa api Asian games dari India, Selasa (17/7/ 2018) siang. Kemenhan RI sepakat beli 6 pesawat serupa dari Korea Selatan. 

TRIBUNCIREBON.COM - Kementerian Pertahanan RI di bawah komando Menteri Prabowo Subianto 'membungkus' 6 pesawat latih tempur Lead-in Fighter Training (LIFT) jenis T-50i Golden Eagle.

Peswat latih tempur LIFT ini adalah buatan asal Korea Selatan, Korea Aerospace Industries Co atau KAI.

Sebanyak enam pesawat tersebut akan memperkuat Angkatan Udara Indonesia.

Berapa uang yang digelontorkan Pemerintah Indonesia untuk membawa 6 pesawat latih tempur LIFT ke Indonesia?

Diberitakan Yonhap News Agency, KAI sepakat 6 pesawat tersebut dibeli Kemenhan RI dengan harga sebesar 240 dolar Amerika atau sekitar Rp 3,4 triliun jika dihitung dengan kurs Rp 14.498 per dolar.

Setelah deal dengan pembelian pesawat latih tempur tersebut, maka produsen pesawat akan mengirimkan pesawat ke Indonesia secara bertahap.

"Kementerian Pertahanan melanjutkan kerja sama tersebut dengan rencana penambahan 6 unit Pesawat Tempur T-50i dengan KAI," tulis Biro Humas Kemenhan dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Enam pesawat jet latih T-50i akan dipasok oleh KAI ke Angkatan Udara Indonesia secara bertahap mulai dari 16 Desember 2021 hingga 30 Oktober 2024.

Ini bukan pertama kalinya KAI bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Pada 2012, KAI juga pernah bekerja sama untuk memasok 16 buah pesawat jet latih T-50 ke Indonesia dengan nilai kesepakatan 400 juta dolar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Kemenhan mengatakan, penambahan keenam pesawat tersebut dilakukan dengan memperhatikan optimalisasi pemanfaatan komponen industri dalam negeri untuk mendukung penguatan industri strategis dalam negeri.

Pengadaan pesawat asal Korea Selatan ini juga dimaksudkan untuk menyiapkan penerbangan andal untuk menjaga wilayah NKRI.

"Untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat strategis bagi TNI AU dalam rangka menyiapkan penerbang-penerbang tempur yang handal dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari Sabang sampai Merauke," kata Kemenhan.

Proses pengadaan enam unit T-50i, kata Kemenhan, telah melalui prosedur dan aturan yang berlaku dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait.

"Dengan mengedepankan aspek efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas sehingga obyektivitas dalam setiap tahapan proses kontrak dapat dipertanggung jawabkan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved