Breaking News:

Ubah Laku

Kota Cimahi Berlakukan PPKM Level 4, Bansos Mulai Disalurkan Kepada Warga

Ada perbedaan-perbedaan aturan seperti perubahan batas waktu bagi pelaku ekonomi termasuk, itu salah satu contoh pelonggaran aturan

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
cimahikota.go.id
Pemerintah Kota Cimahi menerapkanĀ  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Untuk membantu warga terdampak pandemi, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyerahan bansos dari Kemensos berupa beras 10 kg di Cipageran. 

TRIBUNCIREBON.COM - Pemerintah Kota Cimahi menerapkan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hal itu sebagai perubahan istilah PPKM Darurat yang pemberlakuannya diperpanjang pemerintah pusat hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Demikian diungkapkan Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana seusai mengikuti rapat evaluasi PPKM Darurat bersama Menko Maritim dan Investasi secara virtual di Aula Gedung A Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, sebagaiimana dilansir dari portal cimahikota.go.id, Rabu (21/7/2021).

"Kami mengikuti rapat virtual dengan pemerintah pusat dipimpin MenkoMarves. Sejumlah daerah mulai penerapan PPKM Level 4 sebagai pergantian PPKM Darurat. Cimahi termasuk," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan memperpanjang masa pelaksanaan PPKM darurat hingga 25 Juli 2021. Jika terjadi tren penurunan kasus Covid-19, pemerintah akan melakukan pelonggaran berbagai sektor secara bertahap.

Menurut Ngatiyana, terdapat perbedaan aturan terkait penerapan PPKM Level 4. "Ada perbedaan-perbedaan aturan seperti perubahan batas waktu bagi pelaku ekonomi termasuk, itu salah satu contoh pelonggaran aturan untuk pemulihan ekonomi," jelasnya.

Perpanjangan PPKM Level 4 berlaku hingga 25 Juli 2021. "Mudah-mudahan hasilnya kasus menurun. Memang sudah ada penurunan tp mungkin 5 hari ini akan kelihatan lagi progresnya," ucapnya.

Selama Hari Raya Idul Adha, Ngatiyana melihat masyarakat tidak melaksanakan mudik. "Kalau yang mudik kelihatannya tidak ada. Yang melaksanakan salat idul adha berjamaah memang ada, pemerintah juga sudah menghimbau menyampaikan kepada masyarakat. Walau bagaimanapun juga pemerintah harus memperhatikan masyarakat. Sebab kita tetap harus waspada apabila nanti dampak  penambahan kasus Covid-19 harus segera diantisipasi," tuturnya.

Selain itu, terdapat dukungan dari pemerintah pusat termasuk bantuan sosial yang mulai dikucurkan kepada masyarakat terdampak PPKM Level 4.

"Bansos sudah mulai turun untuk membantu ekonomi masyarakat. Termasuk obat-obatan juga akan segera dibagikan. Bantuan untuk warga isoman juga terus digulirkan Pemkot Cimahi," ujarnya.

Bansos Mulai Disalurkan

Bantuan Sosial (Bansos) untuk warga Kota Cimahi yang terdampak pandemi COVID-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai disalurkan.

Bantuan yang bakal diterima di antaranya Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk sekitar 29.713 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM menerima Rp 600 ribu untuk pencairan bulan Mei dan Juni 2021 dari Kementerian Sosial (Kemensos)

Kemudian, bantuan lain yang akan didapat adalah beras  sosial 10 kilogram dari Kemensos. Ada sebanyak 43.155 KPM yang mendapatkan bantuan tersebut. Rinciannya sebanyak 7.617 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 35.538 KPM dari BST.

Bantuan tambahan beras juga akan disalurkan PT Pertani dengan tor 15 ton untuk setiap kelurahan di Kota Cimahi untuk total 3.000 KPM. Setiap KPM akan mendapatkan 5 kilogram beras medium. Total penerima setiap kelurahan ada 200 KPM.

Khusus dari Pemkot Cimahi, sudah disiapkan juga top up bantuan sosial PPKM berupa beras sebanyak 16,25 ton untuk 3.000 KPM. Setiap KPM akan mendapat 5 kilogram beras.

"Saya berharap bantuan dari pemerintah ini dapat smeringankan beban masyarakat, terutama yang terkena dampak PPKM Darurat," ujar Ngatiyana. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved