Breaking News:

Jenazah yang Dikremasi di Krematorium Pancaka Seroja Cirebon Selama Pandemi Meningkat 5 Kali Lipat

Jumlah jenazah yang dikremasi di Krematorium Pancaka Seroja meningkat selama pandemi Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Suasana ruang penyimpanan abu kremasi di Krematorium Pancaka Seroja, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (22/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jumlah jenazah yang dikremasi di Krematorium Pancaka Seroja meningkat selama pandemi Covid-19.

Ketua Yayasan Pancaka Seroja, Ramlan Pandapotan, mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 melanda rata-rata terdapat 15 - 20 jenazah yang dikremasi setiap bulannya.

Namun, di masa pandemi seperti sekarang jumlah jenazah yang dikremasi di Krematorium Pancaka Seroja meningkat berkali-kali lipat.

Baca juga: Perihal Isu Kartel Kremasi Tarif Puluhan Juta, Krematorium Pancaka Seroja Cirebon Menduga Ada Calo

"Peningkatannya sampai lima kali lipat, bahkan lebih," kata Ramlan Pandapotan saat ditemui di Krematorium Pancaka Seroja, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (22/7/2021).

Ia mengatakan, biasanya hanya jenazah dari Wilayah III Cirebon yang dikremasi di Krematorium Pancaka Seroja.

Namun, saat ini krematorium tersebut juga melayani kremasi jenazah asal Bandung, Bogor, Jakarta, Karawang dan lainnya.

Baca juga: Kabar Baik, Insentif Nakes yang Tangani Covid-19 di RSUD Majalengka dan RSUD Cideres Akhirnya Cair

"Dari Wilayah III Cirebon saja jenazah yang dikremasi mencapai 100-an perbulannya," ujar Ramlan Pandapotan.

Tarif jasa kremasi di Krematorium Pancaka Seroja ialah Rp 2,5 juta dan biaya administrasi Rp 60 ribu.

Suasana ruang tunggu kremasi di Krematorium Pancaka Seroja, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (22/7/2021).
Suasana ruang tunggu kremasi di Krematorium Pancaka Seroja, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (22/7/2021). (TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Sementara bagi jenazah pasien Covid-19 tarif kremasinya sebesar Rp 3 juta karena ada tambahan untuk APD dan disinfektan petugas.

"Selisih Rp 500 ribu itu untuk APD dan disinfektan petugas sebesar Rp 240 ribu, pelarungan abu ke laut Rp 200 ribu, serta administrasi Rp 60 ribu," kata Ramlan Pandapotan.

Ramlan mengaku tidak mengetahui perihal membengkaknya tarif kremasi hingga puluhan juta rupiah dan viral di media sosial.

Padahal, Krematorium Pancaka Seroja merupakan satu-satunya di Wilayah III Cirebon tarif kremasinya pun hanya Rp 3 juta.

"Kami tidak tahu apakah dari sana (luar daerah) sudah ada percaloan hingga tarifnya bisa membengkak," ujar Ramlan Pandapotan.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved