Breaking News:

Internasional

Seorang Guru Menyesal Pernah Menolak Disuntik Vaksin Covid-19 dengan Arogan, Begini Nasibnya Kini

Abderrahmane Fadil, guru IPA berusia 60 tahun yang memiliki dua anak kecil, juga menyayangkan keputusannya tidak mengikuti vaksinasi.

Editor: Mumu Mujahidin
(BBC INDONESIA)
Abderrahmane Fadil, guru IPA berusia 60 tahun asal Inggris yang mengutarakan penyesalannya terkena Covid-19 setelah menolak mendapatkan vaksin. 

TRIBUNCIREBON.COM - Seorang pria menyesal pernah menolak vaksin Covid-19 bahkan ia bersifat arogan.

Seperti di banyak rumah sakit lain, jumlah pasien yang dirawat karena Covid-19 di Bradford Royal Infirmary di Inggris meningkat tajam belakangan ini.

Sekitar setengah dari pasien ini sebelumnya memilih tidak mengikuti program vaksinasi, yang sekarang sangat mereka sesali.

"Saya ditawari vaksin, tapi saya bersikap arogan," kata Faisal Bashir, 54 tahun.

"Saya pergi ke gym, bersepeda, berjalan kaki, dan berlari. Karena saya kuat dan sehat, saya pikir saya tidak membutuhkan vaksin. Jika ternyata pilihan itu tidak aman, saya tidak akan mengambil risiko apa pun.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Telah Vaksinasi Sebelumnya akan Alami Gejala Ringan dan Lebih Cepat Sembuh

Abderrahmane Fadil, guru IPA berusia 60 tahun asal Inggris yang mengutarakan penyesalannya terkena Covid-19 setelah menolak mendapatkan vaksin.
Abderrahmane Fadil, guru IPA berusia 60 tahun asal Inggris yang mengutarakan penyesalannya terkena Covid-19 setelah menolak mendapatkan vaksin. ((BBC INDONESIA))

"Namun faktanya, saya tidak dapat menghindari virus itu. Virus itu masih menyerang saya. Saya tidak tahu bagaimana atau di mana," kata Bashir.

Bashir, yang dipulangkan pada hari Rabu lalu setelah dipasangi selang oksigen selama seminggu di rumah sakit, mengaku dipengaruhi percakapan di media sosial dan berita risiko pembekuan darah yang sangat rendah akibat vaksin AstraZeneca.

Bashir ingin memperingatkan orang lain untuk tidak mengulangi kesalahannya.

"Apa yang saya alami di rumah sakit, yaitu perawatan dan keahlian para tenaga medis, membuat hati saya luluh," katanya.

"Orang-orang memenuhi rumah sakit karena mengambil risiko tidak divaksin dan itu salah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved