Breaking News:

Penimbun Obat Covid-19 Ditangkap Polisi, Jual Obat Tanpa Resep Dokter Dengan Harga Mahal

Ditreskrimsus Polda Jawa Barat berhasil mengungkap jaringan pelaku penjualan obat untuk pasien Covid-19 dengan harga di atas HET

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribun Jabar
Polda Jawa Barat berhasil mengungkap jaringan pelaku penjualan obat untuk pasien Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ditreskrimsus Polda Jawa Barat berhasil mengungkap jaringan pelaku penjualan obat untuk pasien Covid-19 dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET), tanpa resep dokter selama pandemi Covid-19.

Total ada lima pelaku yakni ESF, MA, IC, HH dan SM yang saat ini masih dalam pengejaran Polisi. Mereka ditangkap berdasarkan 5 laporan polisi (LP) berbeda.

Penangkapan kelimanya dilakukan di tempat dan waktu berbeda yang tersebar di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Bogor.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Arif Rahman mengatakan, para pelaku ini memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk menimbun obat Covid-19

Bahkan, disparitas harga obat yang dijual pelaku berkali-kali lipat lebih tinggi dari HET.

"Kasus ini menjadi krusial. Pengungkapan jaringan penjual obat yang dijual di atas HET dan tentunya tanpa izin edar," ujar Arif di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).

Diketahui obat Covid-19 yang ditimbun dan dijual kembali lebih mahal itu di antaranya Avigan 200mg, Favikal 200mg hingga Oseltamivir 75mg.

Jenis-jenis obat itu disita polisi dengan rincian 104 tablet Avigan, 300 butir tablet Favikal , 7 box berisi 70 tablet Oseltamivir,  1 box Avigan dan 5 box Avigan.

"Disparitas harga jualnya sangat tinggi. Contohnya Avigan, itu biasa Rp 2,6 juta dijual hingga Rp 10 juta," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved