Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Warga Desa Miliarder di Kuningan Sudah 10 Hari Huni Tempat Tinggal Baru, Ini yang Mereka Alami

sudah dua Minggu warga desa miliarder tinggal di sini, namun banyak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
(Dok. BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR)
Pembangunan rumah khusus (rusus) untuk merelokasi masyarakat terdampak pembangunan Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Warga desa miliarder alias warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat sudah  menempati tempat tinggal baru di perumahan yang berada di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum. Namun sudah lebih 10 hari, mengalami kesulitan pasokan air bersih.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Desa Kawungsari, Kusto saat menyampaikan keterangannya melalui sambungan seluler tadi, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya sejak dua Minggu kemarin, warga telah berpindah dan menempati di perumahan ini. "Sudah dua Minggu kami tinggal di sini, namun banyak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama pasokan air bersih," ujar Kusto.

Kusto mengaku bahwa pengeboran air bawah tanah di lokasi sekitar belum mengeluarkan air dan bantuan air pun tidak ada.

"Iya sumber air dari pengeboran belum bisa mengeluarkan air. Terus tidak ada bantuan dari mana - mana," katanya.

Baca juga: Perumahan Bagi Warga Desa Miliarder Kuningan Sudah Rampung 95 Persen, Tapi Batal Diresmikan Jokowi

Baca juga: Update Desa Miliarder di Kuningan, Ada Sisa 3 Bidang Lahan Belum Dapat Ganti Untung

Sementara untuk memenuhi hajat hidup, kata Kusto mengaku bahwa warga harus keluar dari lingkungan perumahan setempat. "Ya untuk kebutuhan dalam mendapatkan air. Baik untuk masak, mandi dan sebagainya itu harus keluar dari perumahan dengan jarak tempuh cukup jauh," katanya.

Kusto menyebut hingga kini banyak permalasahan belum tuntas terselesaikan pemerintah. "Untuk permasalahan belum tuntas itu, ada tiga bidang tanah milik warga belum selesai di ganti. Kemudian beberapa bangunan warga yang berada di tanah desa berikut aset desa juga di bayar pemerintah," ungkapnya.

Mengenai jumlah bangunan di desa sebelumnya alias di Desa Miliarder, kata Kusto mengaku bahwa tempat tinggal sebelumnya sudah mulai tergenang air. "Iya, lahan disana sudah tergenang air dan Waduk sudah beroperasi sesuai harapan pemerintah," katanya.

Batal Diresmikan Jokowi

Sebelumnya diberitakan, Pembangunan perumahan khusus bagi warga terdampak pembangunan Waduk atau Bendungan Kuningan, memasuki tahap finishing. 
“Untuk pengerjaan di kawasan perumahan khusus bagi warga terdampak pembangunan Bendungan Kuningan, sudah 95 persen. Besar harapan pada tanggal 5 Juli 2021 perumahan husus bisa dihuni warga tersebut,” ungkap Kepala Dinas Kawasan Perumahan dan Permukimana Kuningan, Putu Bagiasna kepada Tribuncirebon.com, di ruang kerjanya, Jum’at (2/7/2021).
Menurutnya, pembangunan Bendungan Kuningan ini memiliki lokasi dengan luas lahan sekitar 302 hektare, yang memakan sejumlah lahan di Kecamatan Cibeureum itu meliputi Desa Randusari, Kawungsari dan beberapa lahan Desa di Kecamatan Karangkancana.
“Dampak bendungan sekitar 100 persen untuk satu desa memerlukan relokasi dan kami menyebutnya rumah khusus. Keberadaan rumah khusus ini bagi warga Desa Kawungsari dan Desa Randusari,” katanya.
Selain Sawer Ada Budaya Gilas Telur Saat Punya Motor Baru, Berikut Penjelasan Warga Desa Miliarder
Selain Sawer Ada Budaya Gilas Telur Saat Punya Motor Baru, Berikut Penjelasan Warga Desa Miliarder (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)
Masih-masing dari jumlah warga Desa Kawungsari terdampak itu sebanyak 383 KK (Kepala Keluarga) dan untuk warga Desa Randusari ada 83 KK (Kepala Keluarga.
“Bagi warga dari kedua desa tadi, kami fasilitasi perumahan khusus diatas 1 hekatare dengan sebanyak 444 unit yang dilengkapi fasum dan fasosnya. Saat ini kondisi relokasi atau pembangunan perumahan khusus itu berada di Desa Sukarapih,” katanya.
Dalam pembangunan permahan khusus, kata Putu mengaku untuk kebutuhan listrik sudah diselesaikan dan pasokan air bersih itu dibuatkan sumur bor dengan bantuan Direktur Air Baku Kementrian PUPR.
“Untuk pasokan air bersih ini sedang dilakukan, sehingga warga prumahan khusus nanti bisa membutuhkan seperti biasanya,” ujarnya.
Kemudian pada tanggal 21 Juni 2021 nanti rencananya akan direskiman oleh Presiden RI, namun hal itu diundur dengan alasan belum jelas.
“Untuk alasannya tidak tahu, namun infromasi kami terima. Pembangunan bendungan masuk dalam agenda persemian Pak Presiden,” ujarnya.
Mengenai sarana baik fasilitas umum maupun social, Putu menyebut di lingkungan perumahan khusus itu telah terbangun sebuah Masjid, lembaga pendidikan dan gedung pertemuan masyarakat.
“Untuk fasos atau fasum selian tadi, ada satu unit bangunan poskesdes dan memiliki jalan sepanjang 2800 meter dengan lebar 4 meter. Sedangkan untuk perumahan itu ada dua tipe, yakni pertama sebanyak 25 unit dengan tipe 36 deret atau kopel dan ada sebanyak 419 unit dengan tipe 28 dengan bentuk bangunan deret juga,” katanya.
Dalam perjanjian kontrak kerja, kata Putu menyebut bahwa selesai pelaksaan itu pada tanggal 5 Juli 2021 dan untuk pembiayaan pengerjaan ini semua berdsasrkan kontrak multiyear.
“Jadi nanti pada 5 Juli itu akan dilakukan serah terima pekerjaan. Kemudian untuk status bangunan perumahan ini berdasarkan kebijakan sesuai berita acara itu pinjam pakai dengan batasan 10 tahun. Namun hal itu belum diputuskan regulasinya seperti bagiamana,” ungkapnya. (*)
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved