Breaking News:

Malam Pertama Tanpa PPKM Darurat di Kuningan, Begini Ungkapan Kusir Delman Hias Kota Kuda

alam pertama seusai pelaksanaan PPKM Darurat di Kuningan, sejumlah ruas jalan dan tempat terbuka publik mulai banyak kembali dikunjungi warga

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana kawasan Alun alun Taman Kota Kuningan di malam hari dipenuhi jejeran delman hias, Selasa (20/7/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Malam pertama seusai pelaksanaan PPKM Darurat di Kuningan, sejumlah ruas jalan dan tempat terbuka publik mulai banyak kembali dikunjungi warga. Warga pun merasa senang bisa beraktivitas kembali di sekitar Alun - alun kawasan taman kota.

"Perasaan senang bisa menikmati suasana malam di alun - alun ini. Saya sadar dengan masa Pandemi Covid-19, namun kami tetap masih mengikuti prokes dan tau batasan waktu saat di luar seperti sekarang," ungkap Fauzi, seorang warga, saat hendak melakukan pengambilan foto di sekitar Tugu Nol Kilometer, Selasa (20/7/2021).

Fauzi mengaku tidak akan lama saat berada di luar rumah seperti saat ini. Sebab, kekhawatira dibubarkan petugas Satgas Covid-19 itu masih menghantui.

"Jujur kami ini masih khawatir dengan sikap petugas Satgas Covid-19. Terutama saat berada ruang publik terbuka itu pasti dibubarkan," katanya.

Baca juga: PPKM Darurat Nyatanya Tetap Diperpanjang, tapi Agak Dilonggarkan, Berharap Kasus Covid-19 Menurun

Baca juga: APA Itu PPKM Level 3? Akan Diterapkan Bupati Bandung Mulai Besok Hingga 31 Juli 2021

Terpantau saat berada di sekitar Tugu Nol Kilometer, Fauzi sangat bangga bisa melihat kondisi malam seperti sekarang. "Iya perasaan itu bagaimana, hampir dua mingguan nggak keluar rumah malam," ujarnya.

Terpisah Regi, salah seorang kusir delman hias, saat berbincang mengemuka sangat terpukul dan keteteran dengan hasil pendapatan untuk memenuhi hajat hidup. Pasalnya, selama PPKM Darurat, jam kegiatan dibatasi.

"Sehari dapat uang maksimal Rp 50 ribu, dan itu harus kami lakukan siang hari dengan jangka waktu mulai jam 9 pagi hingga jam 2 siang," katanya.

Pendapatan selama PPKM Darurat, kata dia mengaku sangat jauh berbeda dengan usaja sebagai angkutan tradisional hias pada malam hari.

"Kalau jalan malam itu saya biasanya, dapat bisa nyampe Rp 500 ribu. Dengan pendapatan itu, kebutuhan dan perawatan delman serta kuda ini sangat terpenuhi juga," katanya.

Baca juga: PPKM Darurat, Kasus Covid-19 di Kecamatan Majalengka Tertinggi, Paling Banyak dari Klaster Keluarga

Baca juga: Banyak Tempat Wisata dan Restoran di Sumedang di Babak Belur karena PPKM Darurat

Teramati di kawasan taman kota Kuningan tadi, jalur Siliwangi dan sejumlah ruas jalan di perkotaan Kuningan terlihat indah dengan penerangan di tiap tiang lampu penerangan jalan umum. "Iya bisa dilihat, Kuningan sangat indah malam seperti ini. Apalagi penerangan normal," kata Regu lagi.

Menyinggung soal rute arak - arak dalam berkendara delman hias, Regi menyebut bahwa rute saat pengunjung naik delman hias melalui jalur biasa. "Ini akan berkeliling masuk Jalan Ahmad Yani, ke jalan Syeh Maulana Akbar dan kembali ke Jalan Siliwangi Alun-alun depan masjid ini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved