Breaking News:

Tiga Hari PJU di Majalengka Dimatikan, Mobilitas Masyarakat Diklaim Berkurang

Jalan dari Bunderan Cigasong hingga ke Bunderan Kadipaten seketika gelap gulita dari pandangan sejak pukul 19.00 hingga dini hari.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Jalan KH Abdul Halim tepatnya di depan Pasar Lama, Kabupaten Majalengka gelap yang disebabkan lampu PJU di kawasan tersebut dimatikan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.co, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Tiga hari yang lalu, Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka resmi mematikan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk mengurangi mobilitas masyarakat di malam hari pada pemberlakuan PPKM Darurat.

Jalan dari Bunderan Cigasong hingga ke Bunderan Kadipaten seketika gelap gulita dari pandangan sejak pukul 19.00 hingga dini hari.

Menanggapi hal itu, Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Majalengka, Sutaryo mengklaim mengurangi mobilitas masyarakat pada malam hari tersebut dianggap berhasil.

Menurutnya, tak ada masyarakat berkeluyuran dengan bergerombol saat pelaksanaan patroli malam minggu kemarin.

"Ada progres, kami lihat sudah tidak ada yang berkerumun, malam kemarin juga (masyarakat) sudah sedikit atau berkurang," ujar Sutaryo saat ditemui di kantornya, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Lampu PJU Dipadamkan, Jalanan Majalengka Gelap Gulita Selama PPKM Darurat

Baca juga: Batasi Aktivitas Warga di Malam Hari saat PPKM Darurat, Pemkot Cirebon Padamkan PJU Jalan Protokol

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan patroli ke ruang-ruang publik demi pergerakan masyarakat berkurang.

Khususnya, di wilayah Majalengka kota yang mana menjadi tujuan masyarakat untuk berkumpul atau bergerombol.

"Hasil dari rapat koordinasi dengan Dishub, Polres dan pihak terkait kemarin, kami putuskan hanya jalan protokol saja yang dimatikan, karena ruang-ruang publik berada di jalur tersebut," ucapnya.

Saat malam hari, pihaknya kini memperbolehkan para pedagang untuk berjualan hingga 24 jam.

Hal itu sesuai dengan SE Bupati tentang masa pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Majalengka.

Namun, para pedagang diharapkan tidak menerima pembelian di tempat atau hanya bej take away.

"Itu tidak masalah (memperbolehkan pedagang jualan 24 jam) karena ketika lampu mati, orang juga tidak akan betah di tempat gelap. Tapi ini berlaku hanya untuk pedagang kecil, Alfa dan Indo tetap harus tutup jam 20.00 WIB," jelas dia.

Sutaryo menambahkan, mematikan lampu PJU sendiri akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2021 besok.

Namun, jika nantinya PPKM Darurat diperpanjang, kemungkinan memadamkan jalan protokol di Majalengka akan diperpanjang juga. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved