Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Pedagang di Pasar Curhat ke Wali Kota Bandung, Sebut Sudah 40 Persen yang Bangkrut

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengungkapkan para pedagang yang hadir bercurhat terkait kondisi perekonomian

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurrahman
Wali Kota Bandung Oded M Danial saat menghadari Musda ke-V DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bandung, di Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Aliansi pedagang pasar Kota Bandung melakukan audiensi dengan musyarawah pimpinan daerah (muspida) terkait kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Senin (19/7/2021) di Pendopo.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengungkapkan para pedagang yang hadir bercurhat terkait kondisi perekonomian yang tengah mereka rasakan akibat kebijakan PPKM darurat ini.

"Mereka (pedagang pasar) meminta bertemu dengan kami dan mencurahkan isi hatinya bahwa sudah enggak tahan dan enggak kuat sampai-sampai ada cicilan kendaraannya yang tak terbayarkan," katanya.

Oded berjanji aspirasi dari para pedagang pasar Kota Bandung ini akan disampaikan secepatnya kepada pemerintah pusat agar PPKM darurat tak diperpanjang melalui surat yang langsung dibuat secara formal.

Koordinator Aliansi pedagang pasar Kota Bandung, Rahmat Heryandi mengaku hampir 40 persen pedagang di Pasar  Baru sudah alami gulung tikar ditambah adanya kebijakan PPKM darurat.

Dia berterima kasih kepada Pemkot Bandung yang telah bersedia untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Baca juga: Pemkab Bandung Barat Siap Perpanjang PPKM Darurat, Hengky Kurniawan Minta Masyarakat Taati Aturan

"Tadi saya menyimpulkan dari audiensi bahwa pada 21 Juli 2021 Pemkot Bandung akan berikan relaksasi kegiatan usaha/ekonomi untuk berjalan normal kembali dengan protokol kesehatan ketat. PPKM darurat ini harus ada kelonggaran untuk bantu perputaran roda ekonomi," ujarnya.

Kondisi pedagang pasar di Kota Bandung, lanjutnya, hampir setahun berjalannya pandemi, mereka hidup mengandalkan modalnya sehingga banyak pedagang yang bangkrut.

"Tak masalah jika memang PPKM ada tapi teknisnya bagaimana pun jangan sampai menutup jalan atau menutup usaha. Jelas jika menutup usaha dan jalan kami menolak," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved