Breaking News:

Viral di Media Sosial

Inilah Orang yang Mengupload Video Tunanetra Banjar Didenda karena Masker Melorot, Padahal Dipalak

Emak-emak yang mengunggah video tunanetra di Kota Banjar bernama Ujang Ahmad Ruhyat didenda Rp 50 ribu gara-gara masker melorot minta maaf.

istimewa
Ujang Ahmad Ruhyat tunanetra banjar 

Kelima, pelaksanaan sidang dihadiri dari polres, PPS, orang saksi, pelanggar, kejaksaan dan disidang Tipiring prokes terbuka untuk umum.

"Artinya, sidang tipiring PPKM Darurat ini dilaksanakan secara terbuka dan dibuka untuk umum,' kata Agus.

Keenam, denda yang dibayarkan oleh pelanggar melalui kejaksaan setelah mendapatkan putusan hukum dan itu yang menentukan adalah hakim.

"Jadi tidak ada yang namanya bayar langsung di lokasi ketika pelanggar melanggar PPKM Darurat. Dan itu tidak benar menurut SOP yang diterima dari aparatur penegak hukum,' katanya.

Dedi Mulyadi Prihatin

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi prihatin dengan peristiwa pemalakan terhadap seorang disabilitas tunanetra di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Bandung, Ujang Ahmad Ruhyat (36).

Ujang Ahmad Ruhyat, disabilitas tunanetra, dipalak Rp 50 ribu oleh orang tak dikenal di jalan sepi. Ujang ditegur oleh pelaku karena saat itu, Ujang tidak menggunakan masker dengan benar alias melorot.

Dedi Mulyadi (50) menceritakan kiprahnya di dunia YouTube dan hasil yang dia dapatkan (Tribun Jabar/ Mega Nugraha)
"Saya sudah hubungi a Ujang Ahmad Hidayat, saya lihat videonya yang viral, saya prihatin dan saya hubungi yang bersangkutan,"  kata Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, saat dihubungi pada Senin (19/7/2021).

Saat menghubungi Ujang Ahmad, Dedi menyebut tunanetra itu bukan didenda oleh petugas PPKM Darura gegara masker melorot, seperti di video yang beredar.

Baca juga: 17 Hari PPKM Darurat, Jumlah RT Zona Merah di Majalengka Masih di Angka Puluhan, Ini Daftarnya

"Bukan didenda, tapi itu dipalak orang enggak dikenal, itu pidana," katanya.

Peristiwa Ujang Ahmad dipalak terjadi pada Rabu (14/7/2021). Saat itu, Ujang sedang mengantarkan gorengan. Saat berjalan kaki di jalan gang sepi, datang orang tidak dikenal mendatangi Ujang Ahmad, menegur dan meminta uang Rp 50 ribu. Ujang tidak mengenali pria tersebut dan memberikan uangnya.

Dedi Mulyadi (50) menceritakan kiprahnya di dunia YouTube dan hasil yang dia dapatkan (Tribun Jabar/ Mega Nugraha)

"A Ujang ini berkeinginan ingin memeriksakan matanya ke dokter mata dengan harapan bisa kembali normal. Saya sanggupi, setelah PPKM Darurat saya akan bawa Ujang Ahmad ke RS Mata Cicendo untuk memeriksakan matanya," kata Dedi Mulyadi.

Dedi mengaku marah dengan pihak yang tega meminta uang pada Ujang, memanfaatkan kelemahan fisik Ujang.

"Saya lihat videonya yang viral itu merasa, kok tega ya orang disabilitas diperlakukan seperti ini. Dari situ, saya akan berusaha membawa dia ke RS Mata Cicendo, syukur-syukur bisa operasi mata supaya kembali normal," katanya.

Dedi menyebut Ujang yang berusia 36 tahun ini sehari-hari suka mengantarkan lontong dan gorengan milik kakaknya untuk dijual.

"Dan ternyata dia juga seorang pengurus masjid," ucap Dedi.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved