Breaking News:

PPKM di Jabar

Desak Pemda Cabut PPKM Darurat, Warga Berikan Obat Tetes Mata dan Sandal Jepit, Apa Artinya ya?

Warga Kuningan memberikan kapas pembersih telinga, sandal jepit, dan obat tetes mata ke Pemda sebagai bentuk penolakan perpanjangan PPKM darurat

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Kontributor Kuningan/Ahmad Ripai
Pedagang kaki lima membubuhkan tanda tangan desakan kepada pemerintah Kabupaten Kuningan agar mencabut aturan di PPKM darurat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebanyak 4 komponen masyarakat yang tergabung dalam himpunan PASAL (Paguyuban Pedagang Pasar Kepuh) Kuningan, KIBAR 19, Forum Masyarakat Kuningan (Formatku) dan Paguyuban Pasar Ciawigebang mendesak pemerintah Kabupaten Kuningan untuk tidak melakukan perpanjangan PPKM Darurat.

Alasan itu dilakukan akibat pelaksanaan PPKM Darurat tidak memberikan kenyamanan bagi warga saat melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Ada beberapa aturan PPKM Darurat di Kabupaten Kuningan ini yang dirasa sangat memberatkan masyarakat. Malah mematikan roda perekonomian dan tidak adanya jaminan hidup dari pemerintah," ungkap Atas sekaligus Ketua Forum Masyarakat Kuningan (Formatku) disela pelaksanaan audensi tadi di Ruang Purbawisesa, Komplek Setda Pemda Kuningan di Jalan Siliwangi, Senin (19/7/2021).

Atang meminta pemerintah Kuningan bisa merasakan bagaimana dampak daripada pelaksanaan PPKM sekarang.

Terlebih dengan wacana perpanjangan PPKM Darurat yang akan dilakukan serentak di Jawa - Bali.

"Kita akan menolak aturan-aturan yang menyengsarakan rakyat ini hingga ada putusan dirubah," kata Atang lagi.

Dari pantauan Tribun,  sejumlah kelompok yang terlibat tadi memberikan sejumlah barang yang biasa di gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti korek kuping (Cotton Bath), obat tetes mata dan sandal jepit.

"Pemberian Cotton Bath, obat tetes mata dan sandal japit. Itu sebagai bentuk kadeudeuh masyarakat kepada penyelenggara pemerintahan di daearah," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved