Breaking News:

VIRAL Foto Pria di Gerbang Pendopo Kuningan, 'Bagaimana Kami Cari Makan Jika PPKM Diperpanjang'

saya sekadar menyampaikan aspirasi dan mewakili para pengusaha kecil menengah dalam mempertahankan hidup untuk melaksanakan kegiatan usaha

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Viral beredar foto seorang pria di depan gerbang Pendopo Kuningan. Pria itu memegang poster yang bertuliskan curahan hati tentang PPKM Darurat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Viral beredar foto seorang pria di depan gerbang Pendopo Kuningan. Pria itu memegang poster yang bertuliskan curahan hati tentang PPKM Darurat.

Foto itu beredar di media sosial dan grup-grup pesan singkat.

Usut punya usut, sosok pria dalam foto itu adalah seorang pengusaha muda asal warga Desa Cilowa, Kecamatan Kramatmulya yang memiliki nama lengkap Adam Ananta.

"Iya Kang, itu foto saya sebagai bentuk aspirasi dampak dari PPKM Darurat yang sedang berlangsung," ungkap Adam saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya tadi, Sabtu (17/7/2021).

Foto yang cepat menyebar itu, Adam Ananta menggunakan kaos hitam dengan lengkap mengikuti protokol kesehatan alias menggunakan masker.

Baca juga: Pedagang Minta PPKM Darurat Tak Dilanjutkan, Akui Sulit Cari Makan, Suka Tak Suka Sudah Diperpanjang

Baca juga: YouTuber Kang Ujang Busthomi Bagi-bagi Uang Rp 300 Juta di Jalan Bantu Warga di Masa PPKM Darurat

Kemudian dalam foto itu, Adam Ananta membawa selembaran kertas putih bertuliskan 'Bagaiamana Kami Cari Makan Jika PPKM di Perpanjang Tolong Pikirkan Tuan'.

"Dalam foto itu, saya sekadar menyampaikan aspirasi dan mewakili para pengusaha kecil menengah dalam mempertahankan hidup untuk melaksanakan kegiatan usaha dalam mencukupi kebutuhan anak istri serta keluarga," kata Adam yang juga pelaku usaha ekonomi kerakyatan di daerahnya.

Tidak hanya itu, Adam juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kebijakan PPKM Darurat di Kuningan sangat bagus dengan dukungan dari petugas yang tergabung dalam Satgas Covid19. Namun, yang menjadi pertanyaan itu bagaimana bisa usaha jika ada pembatasan waktu berkegiatan sebagai pelaku usaha.

"Kami mohon pikirkan, sebab dari penerapan hingga mengedukasi warga untuk protokol kesehatan itu sudah bagus. Tapi bagaimana bisa berjalan jika pembatasan waktu ini dilakukan tanpa memperhatikan nasib warga," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved