Breaking News:

15 Tahun Mengenang Tsunami Pangandaran, Warga Unggah Video Kehancuran Setelah Diterjang Gelombang

warga di Pangandaran meramaikan media sosial dengan meng-upload video pasca terjadinya tsunami

Editor: Machmud Mubarok
tangkapan laya video keliling Pangandaran dari anggota Balawista
Hari ini tanggal 17 Juli 2021, tepat 15 tahun terjadinya bencana tsunami yang melanda pantai selatan Jawa barat, khususnya Pangandaran. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM PANGANDARAN - Hari ini tanggal 17 Juli 2021, tepat 15 tahun terjadinya bencana tsunami yang melanda pantai selatan Jawa barat, khususnya Pangandaran.

Mengenang bencana tsunami ke 15 tahun, banyak warga di Pangandaran meramaikan media sosial dengan meng-upload video pasca terjadinya tsunami pada tanggal 17 Juli tahun 2006.

Tampak warga mengabadikan momen bencana tsunami tersebut dengan meng - upload melalui Facebook dan status WhatsAppnya.

Seperti yang dituliskan dalam laman medsos Facebook bernama Gunawan Andi, Ia dengan sedih menulis, "17_07_2006 laut pangandaran mengamuk, hingga menyebabkan banyak korban & salah satu'Y bpk ku Yang mnjadi korban akibat tsunami tersebut.

Sungguh pngalaman Yang tidak akan pernah terlupakan di dlm hidup , semoga tidak akan pernah terulang kmbali selama'Y kejadian Yang mngerikan tersbut.
Aamiin Yra .... #save mengenang tsunami pangandaran."

Baca juga: Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Sempat Diterpa Tsunami Covid-19, Pasien Corona di India Sembuh Karena Ikuti Panduan Penyembuhan Ini

Menurut seorang warga Parigi, Agus (47) menyampaikan, mengenang terjadinya bencana tsunami di Pangandaran itu dilakukan setiap tahun.

"Melalui Video pasca terjadinya tsunami, sebagai salah satu mengenang pengalaman terpahit. Warga mengabadikannya, dengan memutar video tersebut," ujar Agus saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (17/7/2021). 

Apalagi satu keluarganya yang menjadi korban dan meninggal dunia karena bencana tsunami yang melanda Pangandaran.

"Dan video itu dibuat, agar kita selalu ingat kepada yang menciptakan kita dan alam semesta ini.

Serta sekaligus untuk selalu berwaspada, ketika menghadapi bencana alam terutama gempa bumi dan tsunami.

Diketahui, bencana alam tsunami tersebut terjadi pada hari Senin (17/7/2006) sekitar pukul 15:19 WIB yang berlangsung seusai terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo.

Yang mengakibatkan tsunami dengan ketinggian air laut sekitar 21 meter dan makan korban, 668 meninggal dunia, 65 orang dinyatakan hilang dan sebanyak 9299 orang mengalami luka - luka. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved