Breaking News:

Ubah Laku

Terapkan Protokol Kesehatan Bahkan di Dalam Rumah, Cegah Terjadi Klaster Keluarga

Protokol kesehatan yang dapat dilakukan misalnya, segera mandi setelah pulang dari aktivitas di luar rumah. Kemudian, rutin membersihkan rumah

Editor: Machmud Mubarok
YouTube/BNPB Indonesia
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, bahkan di dalam rumah dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube BNPB Indonesia, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, bahkan di dalam rumah.

Ia mengingatkan, tingginya kasus virus corona beberapa waktu belakangan mayoritas disebabkan karena penularan di level keluarga.

"Saya perlu menegaskan bahwa peran masyarakat sangat besar dalam menekan klaster keluarga," kata Wiku, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube BNPB Indonesia, Kamis (15/7/2021).

Protokol kesehatan yang dapat dilakukan misalnya, segera mandi setelah pulang dari aktivitas di luar rumah. Kemudian, rutin membersihkan rumah dengan cairan disinfektan, dan rajin mencuci tangan selama 20 detik.

Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala virus corona atau kontak erat dengan pasien Covid-19, Wiku meminta agar segera melapor ke Puskesmas dan melakukan isolasi mandiri. Apabila kasus tertangani dengan cepat, maka potensi penularan dapat dicegah.

"Protokol kesehatan di dalam rumah ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan untuk mencegah munculnya klaster keluarga," ujar Wiku.

Baca juga: Pasangan Pengantin Menikah di dalam Mobil Bus Saat PPKM, Keluarga dan Tamu Dibawa Keliling Tol

Baca juga: Pasangan Pengantin Menikah di dalam Mobil Bus Saat PPKM, Keluarga dan Tamu Dibawa Keliling Tol

Dengan pelaksanaan isolasi mandiri di rumah yang baik dan benar serta tindakan sedini mungkin sejak anggota keluarga mengalami gejala Covid-19 atau menjadi kontak erat pasien Covid-19. Sebagai informasi, kata Wiku, saat ini pemerintah telah menyiapkan 20 rumah sakit darurat dengan total 9.000 tempat tidur, 12 rumah sakit lapangan dengan total 3.000 tempat tidur serta tempat isolasi terpusat dengan total lebih dari 20 ribu tempat tidur di Pulau Jawa dan Bali.

Wiku mengingatkan, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi. Bahkan, beberapa waktu belakangan, kasus meningkat eksponensial di atas 50.000 kasus dalam sehari.

Oleh karenanya, seluruh pihak diminta bekerja sama menerapkan protokol kesehatan, minimal memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Saya juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat secara bersama-sama menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan melalui posko di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, penularan di tingkat mikro yaitu lingkungan keluarga dapat dicegah," kata Wiku.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Kamis (15/7/2021) pukul 12.00 WIB, ada 56.757 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan jumlah tertinggi penambahan pasien dalam sehari selama pandemi.

Dengan penambahan tersebut, jumlah pasien Covid-19 kini mencapai 2.726.803 orang, terhitung sejak 2 Maret 2020.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved