Breaking News:

PPKM Darurat Indramayu

Seorang Pelanggar PPKM di Indramayu Positif Covid-19, Hukuman Penjara Ditunda untuk Isolasi Mandiri

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman mengatakan, satu di antara 4 pelanggar tersebut diketahui ada yang terpapar Covid-19.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman, Jumat (16/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 4 pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Indramayu lebih memilih hukuman kurungan badan.

Mereka dihukum selama 5 hari kurungan sebagai ganti tidak membayar sanksi denda sebesar Rp 5 juta.

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman mengatakan, satu di antara 4 pelanggar tersebut diketahui ada yang positif Covid-19.

"Totalnya ada 4 yang dinyatakan memilih tidak membayar denda dan satu di antaranya masih menjalani isolasi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Pilih Dipenjara Ketimbang Bayar Rp 5 Juta, Pemilik Kafe di Tasik Ini Mulai Jalani Kurungan 3 Hari

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman, Jumat (16/7/2021).
Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman, Jumat (16/7/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Masih disampaikan Fatchu Rochman, pelanggar yang bersangkutan diberi keringan oleh Kejaksaan Negeri Indramayu sebagai eksekutor untuk menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu di rumah.

Ia mengatakan, dalam menjalani tugas, baik Pengadilan Negeri Indramayu maupun Kejaksaan Negeri Indramayu lebih mengedepankan sisi humanis.

Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan suatu perkara.

Termasuk saat sidang tipiring oleh Pengadilan Negeri Indramayu, walau dalam Perda Provinsi Jabar Nomor 5 Tahun 2021 diatur sanksi denda minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 50 juta.

Akan tetapi, beberapa di antaranya divonis hukuman denda lebih rendah dari ketentuan.

Diceritakan dia, seperti yang dialami toko rokok elektronik yang belum lama ini disidang, toko yang bersangkutan hanya dikenakan denda sebesar Rp 750 ribu.

Termasuk sanksi denda paling besar Rp 30 juta yang diputuskan majelis hakim bagi dua perusahaan besar di Kabupaten Indramayu.

Yakni, sebuah perusahaan petrokimia dan PT Damarinda Reka Kimia.

Perusahaan tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan dengan tidak menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer yang tidak memadai untuk seluruh area, dan pegawai sebagain tidak menggunakan masker.

"Jadi denda ini bervariasi, kita juga melihat kondisi para pelanggar sendiri dan mempertimbangkan banyak hal," ujar dia.

Baca juga: Mata Ayah Berkaca-kaca Saat Antar Anaknya Masuk Penjara karena Melanggar PPKM Darurat, Ini Katanya

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved