Breaking News:

Perhatian buat Warga Majalengka, Takbiran & Salat Idul Adha Ditiadakan, Ini Prosedur Sembelih Kurban

Malam takbiran, salat idul Adha dan pelaksanaan kurban untuk tahun 2021 ditiadakan sementara.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Majalengka mengeluarkan surat edaran tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran dan Salat Idul Adha serta Panduan Pelaksanaan Kurban tahun 2021.

SE itu berlaku selama masa PPKM Darurat di Kabupaten Majalengka masih berlangsung.

Ketua Satgas Covid-19 Majalengka, Karna Sobahi mengatakan surat edaran itu bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Majalengka.

Malam takbiran, salat idul Adha dan pelaksanaan kurban untuk tahun 2021 ditiadakan sementara.

Menurut Bupati, hal itu sesuai pertimbangan dengan masih tingginya tingkat penularan kasus Covid-19 berdasarkan kriteria kematian, kesembuhan, kasus aktif dan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

"Terkait malam takbiran sendiri, baik di masjid, musala, takbir keliling dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, untuk sementara ditiadakan," ujar Karna, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 di Majalengka Masih Tinggi, Hari Rabu Bertambah 140 Kasus

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Kebutuhan Oksigen di Majalengka Diklaim Aman

Sebagai gantinya, masyarakat melakukan takbiran di rumah kediamannya masing-masing.

Sementara, untuk salat Hari Raya Idul Adha, pihaknya mengimbau agar masyarakat juga sama melakukannya di rumah masing-masing.

Tidak diperkenankan sementara untuk digelar di masjid, musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan maupun tempat umum.

"Tentunya ada sanksi yang kami terapkan jika masyarakat itu melanggar sesuai aturan yang berlaku. Termasuk sanksi administratif," ucapnya.

Sementara, sambung pria yang menjabat Bupati Majalengka ini, bahwa terkait penyembelihan hewan kurban sendiri pihaknya juga mengimbau agar hanya dihadiri oleh petugas, keluarga pihak yang berkurban dan tidak menghadirkan masyarakat.

Baca juga: Bupati Majalengka Dukung Perpanjangan PPKM Darurat, Untuk Menyelamatkan Rakyat dari Pandemi Covid

Baca juga: 1892 Warga Majalengka Isolasi Mandiri Karena Positif Covid-19, Dinkes Fokus Tangani Pasien Bergejala

Adapun, waktu penyembelihan hewan kurban harus mengikuti sesuai ketentuan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: SE 17 Tahun 2021.

"Selama melakukan pemotongan hewan tetap menjaga protokol kesehatan dan melarang kehadiran pihak-pihak lain selain petugas dan pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas ke tempat tinggal warga yang berhak dan petugas yang mendistribusikan daging hewan kurban wajib mengenakan masker rangkap dari sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima," jelas dia.

Karna menambahkan, seluruh petugas penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tukang serta jeroan, pengemasan dan pendistribusian daging hewan kurban, serta pihak yang berkurban harus dilakukan pemeriksaan kesehatan awal dengan pengukuran suhu tubuh.

Semua petugas wajib menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan, selama di area penyembelihan.

"Semoga dengan pedoman yang dikeluarkan masyarakat bisa memahami dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga, kasus Covid-19 bisa segera ditekan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved