Breaking News:

PPKM Darurat di Indramayu

Polisi Tak Pandang Bulu Tindak Pelanggar PPKM Darurat, Bank Hingga Pabrik Keramik Didenda Rp 20 Juta

perusahaan yang melanggar PPKM darurat lainnya, yakni Pabrik Keramik PT Chang Jui di Kecamatan Losarang, dengan sanksi hukuman denda sebesar Rp 20 jut

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Jurnalis Indramayu Police
Petugas saat menindak para pelanggar PPKM Darurat di Kabupaten Indramayu, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dalam sehari, sebanyak 27 pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat disidang.

Mereka menjalani sidang tindak pidana ringan atau Tipiring pada Selasa (13/7/2021) kemarin.

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman mengatakan, para pelanggar ini tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Indramayu, Tukdana, Juntinyuat, Anjatan, Widasari, Balongan, Karangampel, Kedokan Bunder, Losarang, dan Jatibarang.

Mereka terjaring razia yustisi yang dilakukan petugas gabungan karena tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Dari total 27 pelanggar hari kemarin, sebanyak 24 di antaranya dihukum denda Rp 5 juta, bila tidak dibayar diganti kurungan 5 hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Emak-emak di Subang Marahi Petuagas Saat Razia PPKM Darurat, Minta Bupati Menghadap

Baca juga: Lagi, Pelanggar PPKM Darurat di Tasik Kena Denda Rp 5 Juta, Hingga Akhirnya Pilih Hukuman Penjara

Lanjut Fatchu Rochman, perusahaan yang melanggar PPKM darurat lainnya, yakni Pabrik Keramik PT Chang Jui di Kecamatan Losarang, dengan sanksi hukuman denda sebesar Rp 20 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Besarnya nominal denda yang diberikan kepada Pabrik Keramik tersebut karena tidak menerapkan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja.

Sebagian besar dari karyawan pabrik setempat bekerja tanpa memakai masker.

Pelanggar lainnya, yakni sebuah bank dengan sanksi denda sebesar Rp 10 juta subsidair 5 kurungan penjara.

Terakhir sebuah toko rokok elektrik dengan pidana denda sebesar Rp 750 ribu subsidair 5 hari kurungan.

"Semua uang denda tersebut kami langsung setorkan ke kas negara," ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang menambahkan, pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak setiap pelanggar.

Lanjut dia, termasuk perusahaan-perusahaan besar. Jika melanggar PPKM darurat, akan langsung ditindak tegas.

"Kami tidak pandang bulu saat melakukan penindakan ke setiap pelanggaran PPKM Darurat. Seluruh perusahaan besar, atau kelompok pelaku usaha besar kami sidak. Terbukti, jika ditemukan melanggar maka kami tindak sesuai aturan," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved