Breaking News:

Giliran 36 Perawat di RSUD 45 Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pelayanan Tidak Terganggu

Sebanyak 36 perawat di lingkungan rumah sakit umum daerah (RSUD) 45 Kuningan terkonfirmasi positif Covid-19

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Dirut RSUD Kuningan dr H Deki Saefullah 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebanyak 36 perawat di lingkungan rumah sakit umum daerah (RSUD) 45 Kuningan terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang melaksanakan isolasi mandiri. Sebelumnya, 27 tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis dan karyawan yang terpapar dan kini sudah sembuh.

Menurut Direktur Utama RSUD 45 Kuningan dokter Deki Saefullah kasus Covid-19 di lingkungan rumah sakit naik turun.

"Sebelumnya ada 27 nakes termasuk dokter spesialis serta karyawan terkonfirmasi positif Covid19 dan dinyatakan sembuh usai menjalani isoman, namun kini ada 36 perawat yang terkonfirmasi positif Covid19 lagi dan sedang melakukan isoman," katanya saat dihubungi melalui ponselnya tadi, Rabu (14/7/2021).

Jumlah tenaga medis yang positif Covid-19 itu akibat mereka tidak henti memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Baca juga: Penyekatan Jalan di Kuningan Mulai Jam 2 Siang Hingga 5 Pagi, Aktivitas Warga Makin Dibatasi

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Bupati Kuningan Ubah Jam Penyekatan PPKM Darurat, Ini Jadwal Barunya

Terlebih di lingkungan rumah sakit ini tidak sedikit pasien Covid-19 mengikuti perawatan serta isolasi di sejumlah ruangan di rumah sakit setempat.

"Ya mereka (perawat), itu selalu bersentuhan saat melayani kesehatan. Apalagi dengan jumlah pemeriksaan medis yang dilaksanakan sangat banyak," ungkapnya.

Kemudian perlu diketahui untuk BOR (Bad Occupancy Ratio) alias keterisian tempat tidur pasien alami keterisian full.

"Untuk BOR di RSUD full di sebanyak 76 ruangan dan keterisian pasien isoman di RS eks Citra Ibu itu ada sebanyak 19 pasien," ujarnya.

Dampak puluhan perawat positif Covid-19 dan fullnya BOR di RSUD, Deki mengaku untuk pelayanan tetap berjalan. Warga yang  hendak mengikuti isoman serta perawatan di rumah sakit, kata Deki, akan diterima saat ketersediaan ruang kosong alias harus mengikuti antrean dari jumlah keterisian kamar rawat tersebut.

"Jadi begini, pelayanan tetap kami berikan dan saat harus mengikuti rawat inap itu mesti tunggu, karena ruangan penuh.

Namun ketika calon pasien ini hanya memiliki gejala ringan sedang, tentu kami sarankan untuk isoman di rumahnya sendiri," ujarnya.

Terkait dengan ketersediaan tabung oksigen, menurutnya, sangat menghawatirkan, namun manajamen memiliki mesin centra oksigen sehingga kebutuhan dapat terpenuhi.

"Untuk tabung oksigen ini masalah nasional dengan lonjakan kasus Covid-19. Di sini kami gunakan mesin centra oksigen dan untuk kesiapan tabung oksigen tentu kami sedia," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved