Breaking News:

PPKM di Jabar

Dua Kafe di Indramayu Ini Nekat Buka Meski sedang PPKM Darurat, Tamunya Pesta Miras dengan Cewek PL

Di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, dua kafe di Kabupaten Indramayu. . .

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
istimewa
Petugas saat merazia kafe yang nekat gelar pesta miras di wilayah Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Senin (12/7/2021) dini hari 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, dua kafe di Kabupaten Indramayu ini justru menggelar pesta minuman keras (miras).

//

Kedua kafe tersebut, yakni Kafe Sahara dan Kafe Mexico, keduanya berlokasi di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kapolsek Losarang, Kompol Mashudi mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Senin (12/7/2021) malam dini hari.

"Awalnya kami menerima laporan adanya kafe yang nekat buka saat PPKM Darurat diterapkan dan langsung melakukan pengecekan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (13/7/2021).

Diceritakan Kompol Mashudi, kejadian itu berawal saat polisi menerima laporan adanya unggahan video sejumlah laki-laki yang sedang pesta miras ditemani para wanita pemandu lagu.

Video tersebut kemudian oleh tamu tersebut diunggah ke media sosial hingga akhirnya diketahui polisi.

Baca juga: Dedi Mulyadi Kunjungi Kuli Bangunan yang Dipecat karena Tak Pakai Masker, Beri Tawaran Menggiurkan

Pada malam itu, polisi langsung bergerak dengan menggerebek kafe setempat.

Kafe tersebut, disampaikan Kompol Mashudi, rupanya nekat buka secara sembunyi-sembunyi di tengah PPKM darurat.

Mereka mencoba mengelabui petugas dengan cara menutup rapat pintu depan dan memasukan tamu lewat pintu belakang.

Masih disampaikan Kompol Mashudi, saat digrebek dan petugas masuk ke dalam kafe, benar saja, ada banyak tamu yang sedang pesta miras ditemani wanita pemandu lagu.

Polisi pun langsung mengamankan laki-laki dan wanita pemandu lagu tersebut.

Sedangkan pemilik kafe diberikan peringatan keras berupa tindak pidana ringan atau Tipiring. 

"Sesuai Perda Provinsi Jawa Barat nomor 5 tahun 2021 dengan ancaman denda minimal Rp 5 juta dan paling banyak Rp 50 juta atau kurungan badan selama 5 hari dan paling lama 3 bulan," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved