Breaking News:

Pangeran Hempi Raja Kaprabon Wafat

BREAKING NEWS: INNALILLAHI Pangeran Hempi Raja Kaprabon Cirebon Meninggal Dunia

Pangeran Hempi Raja Kaprabon meninggal dunia pada Senin (12/7/2021) pukul 21.07 WIB.

Penulis: Mutiara Suci Erlanti | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
PANGERAN HEMPI RAJA KAPRABON 

Kerabat Kaprabonan lainnya menjelaskan jika pada masa kepemimpinan Jepang di Indonesia telah terjadi kekeliruan pengakuan.

Surat dari penguasa Jepang pada saat itu yang mengakui Kaprabonan sebagai sebuah kesultanan atau kerajaan dikarenakan adanya kesalahan dari pihak Kaprabonan ketika mengirimkan surat kepada pemerintah penguasaan Jepang.

 Surat yang dikirim oleh pihak Kaprabonan bertuliskan Kaprabonan sebagai keraton maka pihak penguasa Jepang pada saat itu dikarenakan ketidaktahuan sejarah Cirebon membalas surat dari Kaprabonan dengan kata-kata Keraton Kaprabonan.

Surat balasan inilah yang kemudian dijadikan dasar oleh pihak Kaprabonan untuk menyatakan dirinya sebagai keraton.

Daftar Pangeran Keraton Kaprabonan

  • 1734: Pangeran Raja Adipati (PRA) Kaprabon
  • 1734-1766: Pangeran Kusumawaningyun Kaprabon
  • 1766-1798: Pangeran Brataningrat Kaprabon
  • 1798-1838: Pangeran Raja Sulaiman Sulendraningrat Kaprabon
  • 1838-1878: Pangeran Arifudin Kusumabratawirdja Kaprabon
  • 1878-1918: Pangeran Adikusuma Adiningrat Kaprabon
  • 1918-1946: Pangeran Angkawijaya Kaprabon
  • 1946-1974: Pangeran Aruman Raja Kaprabon
  • 1974-2001: Pangeran Herman Raja Kaprabon
  • 2001- Sekarang: Pangeran Hempi Raja Kaprabon

Sejarah Kaprabonan

Ada beberapa kerajaan Islam yang berdiri di Cirebon, atau lebih dikenal dengan istilah keraton. Salah satunya adalah Keraton Kaprabonan. Keraton Kaprabonan adalah satu di antara empat keraton yang ada di Cirebon.

Keraton Kaprabonan didirikan sekitar 1696 oleh Pangeran Raja Adipati (PRA) Kaprabon atau yang dikenal dengan sebutan Sultan Pandita Torekot. Ia sendiri merupakan putra mahkota dari Sultan Kanoman I, Sultan Raja Muhammad Badrudin Kartawijaya.

Sultan Kanoman I Muhammad Badrudin Kartawijaya memiliki dua orang putera dari permaisuri yang berbeda, yaitu Pangeran Adipati Kaprabon yang merupakan putera pertama dari permaisuri kedua yaitu Ratu Sultan Panengah. Sedangkan putra kedua adalah Pangeran Raja Mandurareja Muhammad Qadirudin, terlahir dari permaisuri ketiga yang bernama Nyimas Ibu.

Setelah Sultan Kanoman I, Muhammad Badrudin Kartawijaya wafat, Pangeran Raja Muhammad Qadirudin dinobatkan sebagai Sultan Kanoman II. Karena saat itu, sang kakak yakni PRA Kaprobon sedang berkelana mendalami ilmu agama Islam. Bahkan, PRA Kaprabon kembali ke Keraton Kanoman setelah mendapatkan kabar jika ayahandanya wafat.

Mengetahui sang adik yang menjadi sultan, PRA Kaprabon tidak mempermasalahkan. Enam tahun kemudian, PRA Kaprabon membuat sebuah tempat tinggal yang tidak jauh dari Keraton Kanoman. Tempat itulah yang kini menjadi Keraton Kaprabonan.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved