Breaking News:

TERPAKSA Transit di Koridor Rumah Sakit, IGD RSUD Ciamis Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Setidaknya dalam 3 minggu terakhir, ruang IGD RSUD Ciamis kewalahan menangani pasien waiting list Covid-19

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Andri M Dani
Di lorong - Sejumlah pasien terpapar Covid-19 terpaksa transit di koridor RSUD Ciamis, Senin (12/7/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Setidaknya dalam 3 minggu terakhir, ruang IGD RSUD Ciamis kewalahan menangani pasien waiting list Covid-19 yang terus berdatangan. Baik yang dirujuk dari puskesmas maupun yang datang langsung ke RSUD Ciamis.

Karena terbatasnya tempat dan fasilitas, pasien yang transit di IGD tersebut terpaksa ditangani di koridor luar ruangan. Bahkan ada yang terpaksa ditangani di kursi roda di lorong ruang IGD tersebut.

“Beginilah kenyataan tiap hari beberapa minggu terakhir. Kami benar-benar kewalahan, pasien (Covid-19)  terus berdatangan. Hari ini saja sampai jam 12.00 sudah ada 12 pasien yang antri waiting list. Transitnya terpaksa di lorong semacam ini,” ujar Direktur RSUD Ciamis dr H Rizali Sofyan MM kepada Tribun Senin (12/7).

Baca juga: Tembus 40.000 Kasus Covid-19 Baru Sehari Jadi Sorotan dr Andi Khomeini, Netizen Banyak yang Tanggapi

Meski sejak  tanggal 1 Juli lalu menurut dr Rizali, kapasitas ruang isolasi khusus Covid-19 di lantai 2 dan Lantai 3 Pavilyun bertambah 9 bed menjadi total 65 bed. Namun setiap hari terisi penuh.

Sehingga pasien Covid-19 yang berdatangan sementara ditangani dulu di Ruang IGD. Transit menunggu ada bed yang kosong di ruang isolasi khusus Covid-19 yang istilah  lokal RSUD Ciamis  disebut ruang “Wuhan”. Setelah ada pasien yang sembuh dan boleh pulang. Atau ada pasien yang meninggal.

Setiap hari ada saja pasien yang meninggal di ruang isolasi, dan yang sembuh juga banyak. Begitu terus tiap hari, datang silih berganti.

Dengan kondisi yang serba terbatas dan banyaknya pasien yang berrdatangan , dr Rizali mengakui pernah ada pasien yang meninggal saat transit dan  di lorong IGD . Beberapa  kejadian karena pasien yang datang dalam kondisi dengan gejala sudah berat.

“Memang ada yang meninggal saat transit di IGD, kondisinya sudah tidak tertolong,” katanya.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19, Hari Ini Rekor Baru Tembus 40.427, Jakarta dan Jabar Tertinggi

Dalam suasana beban kerja yang cukup tinggi, jumlah nakes di Ruang IGD semakin terebatas.

“Pasien terus bertambah berdatangan tiap hari. Tetapi jumlah nakes di ruang IGD tidak bertambah. Malah hari ini ada 6 nakes IGD yang harus menjalani isolasi termasuk seorang dokter. Yang siap kerja tinggal 19 orang. Sementara pasien yang waiting list saja sampai siang tadi ada 12 orang. Bahkan kemarin sampai 17 orang,” jelas dr Rizali.

Berencana rekrut 20 relawan untuk ruang IGD

Dengan terbatasnya jumlah nakes di Ruang IGD tersebut, pihak RSUD Ciamis menurut dr Rizali sudah mengusulkan kepada pimpinan daerah tentang rencana perekrutan 20 orang relawan. Ke-20 relawan tersebut dengan persyaratan kompetensi minimal perawat.

“Kebutuhan tersebut sudah sangat mendesak. Makanya kami sudah mengusulkan kepada Pak Bupati. Tentang pembentukan 1 tim lagi di IGD. Butuh 20 orang relawan lagi,” ujar Direktur RSUD Ciamis dr H Rizali Sofiyan MM.

Pihak RSUD Ciamis sendiri akan mengumumkan secara terbuka untuk perekrutan relawan nakes  untuk ruang IGD tersebut (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved