Breaking News:

PPKM Darurat

Langgar Aturan PPKM Darurat, Pengusaha yang Kena Denda Rp 5 Juta di Kuningan Bertambah

Operasi atau razia yusitisi dan protokol kesehatan, kata dia akan dilakukan selama penerapan PPKM Darurat di Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
ILustrasi - Petugas gabungan sidak ke pusat perbelanjaan di Majalengka yang mana masih mendapatkan pelanggaran protokol kesehatan. Para pelaku usaha langsung disidangkan dan didenda hingga Rp 10 juta 

Laporan Konntibutor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sejak diberlakukan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kuningan Jawa Barat, jumlah pelanggaran aturan  yang melibatkan sejumlah pengusaha alami kenaikan. 

“Jumlah pelanggar protokol kesehatan sebelumnya telah diputuskan dan bersangkutan didenda sebesar Rp 5 juta, ada dua pengusaha dan hingga pekan ini bertambah 2 pengusaha dan jumlahnya ada 4 pengusaha yang sudah diputuskan bayar denda akibat pelanggaran prokes saat PPKM Darurat,” kata Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Danu Raditya Atmaja saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021).

Menurut Danu, sebelumnya petugas yang tergabung Satgas Covid-19 Kuningan melakukan operasi di sejumlah wialayah. 

“Saat melakukan operasi ada dua tempat usaha yang dianggap melanggar dan akhirnya mengikuti sidang hingga diputus untuk bayar denda,” ujarnya.

Baca juga: Aturan PPKM Darurat Direvisi, Kini Tidak Lagi Sebut Tempat Ibadah Ditutup, Berikut Petikan Revisinya

Baca juga: Update PPKM Darurat Majalengka, Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak, Terpapar Baru 187 Orang

Baca juga: Diprotes Masyarakat, Pemerintah Revisi Aturan PPKM Darurat, Rumah Ibadah Tak Lagi Ditutup, Tapi

Operasi atau razia yusitisi dan protokol kesehatan, kata dia akan dilakukan selama penerapan PPKM Darurat di Kuningan.

Kemudian sasaran operasi itu terbagi dalam beberapa wilayah, seperti kawasan Kuningan pusat kota, Kuningan utara,Kuningan timur dan Kuningan selatan.

“Untuk dua pelanggar yang dua tersebut, itu dilakukan saat operasi di jalur Kuningan utara,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pemilik toko yang melanggar PPKM darurat ditertibkan dan dibawa ke persidangan. Mereka diketahui membiarkan pembeli yang tidak mematuhi protokol kesehatan juga tidak menyediakan tempat cuci tangan dan tidak mengecek suhu tubuh dengan menggunakan thermogun serta melanggar pelanggaran lainnya.

"Selama melaksanakan Operasi Yustisi PPKM darurat ditemukan ada dua toko yang dilakukan penindakan tindak pidana ringan (Tipiring) karena terbukti melanggar PPKM darurat.
Masing-masing toko Mas Macan dan Toko Handphone Olivia yang berada di Jalan Siliwangi Kuningan," ujar Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja kepada awak media, Kamis  (8/7/2021).

Kedua pemilik toko ini pun disidang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kuningan dan mereka divonis hukuman denda sebesar 5 juta rupiah.

"Pelaksanaan ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang perubahan Perda No. 13 tahun 2018 tentang penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Kemudian keduanya melanggar pasal 211 ayat (2) huruf E jo pasal 34 ayat (1) perda No. 5 tahun 2021," katanya.

Selain memberikan penindakan Tipiring, polisi juga memberikan teguran tertulis kepada masyarakat yang berkerumun dan tidak memakai masker.

“Kepada masyarakat kami mengimbau agar membiasakan diri menjalankan Prokes dengan 5M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi Kerumunan dan mengurangi mobilitas demi memutus penyebaran Covid-19," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved